Sinopsis Drama China Predestined Love: Reuni, Restoran, dan Luka Masa Lalu
Bagi penggemar kisah romantis yang hangat dan tidak terburu-buru, ada satu judul yang patut dicatat: Predestined Love. Drama ini bukan sekadar soal cinta, tapi lebih pada perjalanan dua orang yang dipertemukan kembali oleh takdir dan sebuah restoran keluarga yang hampir bangkrut. Nuansa masa mudanya terasa, begitu pula dengan penyesalan-penyesalan yang sempat mengendap bertahun-tahun.
Ceritanya berpusat pada Ren Xi Zhou. Terpaksa pulang ke kampung halamannya karena sebuah misi: menyelamatkan usaha kuliner ibunya yang sedang terpuruk. Nah, di sinilah kejutan datang. Kepulangannya yang mendadak itu membawanya berhadapan lagi dengan Xiang Nan Feng, sahabat sekelas SMA yang sudah lama hilang kontak.
Hubungan mereka dulu, ya, berakhir begitu saja. Dipisahkan oleh jarak dan sederet kesalahpahaman yang tak pernah sempat dijelaskan.
Kini, demi menghidupkan kembali restoran itu, mereka terpaksa bekerja sama. Awalnya tentu canggung. Namun, interaksi yang intens itu lambat laun membuka pintu lama yang selama ini terkunci rapat. Luka masa remaja mulai terungkap satu per satu. Menurut sejumlah ulasan, drama ini cukup jujur menunjukkan bagaimana bayangan masa lalu bisa membayangi pilihan-pilihan kita di masa kini.
Alurnya memang tak cepat. Tapi justru di situlah kekuatannya. Karakter-karakternya berkembang secara natural, seiring dengan emosi yang naik turun. Cinta di sini tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh pelan, bersamaan dengan proses "healing" atau penyembuhan yang dijalani kedua tokoh utama. Keberanian untuk berbalik dan menghadapi masa lalu ternyata jadi kunci membuka lembaran hidup yang baru.
Di sisi lain, Predestined Love juga menyelipkan tema tentang tanggung jawab keluarga. Perjuangan Ren Xi Zhou mempertahankan warisan ibunya memberikan latar yang realistis. Sementara Xiang Nan Feng, digambarkan sebagai sosok yang sudah matang, tapi ternyata masih menyimpan rasa sakit yang sama. Pertemuan mereka ibarat perjalanan refleksi bagi keduanya.
Artikel Terkait
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi