Suasana di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1) lalu, terasa berbeda. Ribuan orang memadati arena untuk menyaksikan langsung peringatan spektakuler: Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama. Tema besar "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia" menggantung megah, bukan sekadar hiasan, tapi penanda arah perjalanan satu abad organisasi Islam terbesar di negeri ini.
Di hadapan para hadirin, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menegaskan makna di balik tema tersebut. Menurutnya, ini adalah kelanjutan natural dari visi besar yang sudah digaungkan PBNU: "Merawat Jagat, Membangun Peradaban."
"Visi ini sejatinya adalah cita-cita awal berdirinya Jamiyyah NU," ujar Gus Yahya.
Ia juga menambahkan bahwa tema ini sengaja dipilih agar selaras dan berkesinambungan dengan peringatan 1 Abad NU versi Hijriah yang telah dirayakan sebelumnya. Jadi, semacam benang merah yang menyambung dua peristiwa bersejarah itu.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi