Hari ketujuh pencarian di lokasi longsor Cisarua membawa secercah harapan, meski harapan itu datang dalam bentuk yang pilu. Tim gabungan berhasil mengangkat lima kantong jenazah dari tumpukan tanah dan bebatuan di Desa Pasirlangu, Bandung Barat, Jumat kemarin. Dengan temuan terbaru ini, total korban yang berhasil dievakuasi sudah mencapai 60 orang.
Namun begitu, pekerjaan belum usai. Diperkirakan masih ada sekitar 20 warga lainnya yang tertimbun. Pencarian, tentu saja, terus dilanjutkan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, mengakui cuaca cukup bersahabat pada hari ketujuh operasi. Faktor itu yang menurutnya membantu tim.
“Dari hasil asesmen yang kita laksanakan, alhamdulillah cuaca sangat membantu dalam pelaksanaan operasi SAR sehingga hari ini kita ada lima bodypack yang bisa kita temukan,”
ujar Syafii, Jumat (30/1/2026).
Semua jenazah yang ditemukan langsung diserahkan ke Tim DVI untuk diidentifikasi. “Kita serahkan kepada teman-teman DVI,” katanya singkat.
Angka 60 bodypack itu, perlu dicatat, belum tentu mewakili jumlah korban jiwa sebenarnya. Satu kantong bisa berisi lebih dari satu individu, atau sebaliknya. Itulah mengapa identifikasi forensik mutlak diperlukan.
“Sampai dengan hari ketujuh ini jumlah korban yang telah kita evakuasi sejumlah 60 bodypack,”
Syafii menegaskan.
Di sisi lain, laporan dari lapangan menyebut sekitar 20 orang masih dinyatakan hilang. Tekad tim SAR untuk menemukan mereka tak goyah. Operasi pencarian dan pertolongan dipastikan bakal terus berjalan, meski medan di lokasi terbilang sangat sulit.
“Dari hasil asesmen kita, akhirnya kita memutuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan terus kita laksanakan dengan pelibatan semaksimal mungkin kekuatan,”
kata Syafii menambahkan.
Basarnas sendiri enggan menyebut batas waktu. Tapi ada target yang diharapkan: menemukan semua korban sebelum masa tanggap darurat 14 hari yang ditetapkan Pemkab Bandung Barat berakhir pada 6 Februari mendatang.
“Pemda mendeklarasikan tanggap darurat selama 14 hari sampai 6 Februari. Mudah-mudahan sebelum 14 hari kita sudah bisa menemukan semua korban,”
harapnya.
Sampai saat ini, operasi besar-besaran itu masih melibatkan banyak pihak. Dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, sampai relawan dan alat berat. Mereka semua bahu-membahu, berjuang melawan waktu dan ganasnya medan, untuk mengembalikan para korban kepada keluarganya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu