Selain itu, dia juga mendirikan Nalar Institute, lembaga yang fokus mengasah nalar publik dan mendorong kebijakan berbasis bukti. Jadi, ketika bicara, biasanya ada data dan kerangka pikir di baliknya.
Kritik tajamnya terhadap program MBG (Makanan Bergizi Gratis) itu sendiri bukan datang tiba-tiba. Menurut sejumlah saksi, ungkapan tersebut muncul dalam sebuah obrolan di podcast milik Mahfud MD yang tayang akhir Januari 2026 lalu. Dalam percakapan itu, Yanuar tak sekadar menyebut MBG sebagai program. Lebih dari itu, dia menyebutnya sudah berubah wujud menjadi sebuah “proyek”. Implikasinya jelas: ada mekanisme, kepentingan, dan logika di baliknya yang mungkin sudah melenceng dari tujuan awalnya.
Di sisi lain, respons masyarakat terhadap paparannya cukup beragam. Seperti cuitan satu netizen di Twitter yang berterima kasih atas sharing yang diberikan Yanuar dan Mahfud.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions