Sorotan Publik: Kondisi Fisik Jokowi Diperbincangkan Usai Penampilan Terbaru

- Jumat, 30 Januari 2026 | 17:00 WIB
Sorotan Publik: Kondisi Fisik Jokowi Diperbincangkan Usai Penampilan Terbaru

Video Presiden Jokowi saat menerima tamu, yang disebut-sebut sebagai rekan seangkatannya di UGM, ramai jadi perbincangan di media sosial. Banyak yang mempertanyakan kondisi fisiknya.

Seorang netizen dengan akun X @Hnirankara bahkan menyamakannya dengan sosok yang tak bernyawa. "Jokowi lama-lama kek mayat idup," tulisnya, mengawali gelombang komentar pedas.

Tak cuma itu, perhatian juga tertuju pada gerak-gerik sang Presiden. Ada yang menyoroti tangan kanannya yang terlihat kaku. "Gestur tangan kanan seperti kaku semenjak ketahuan sakit. Sakit apa yaah," tulis akun lain.

Memang, dalam rekaman yang beredar itu, cara berjalan Jokowi tampak tertatih. Lengannya pun kurang leluasa bergerak, memperkuat kesan yang digambarkan warganet.

Di sisi lain, komentar datang dari kalangan yang lebih memahami medis. Dokter Tifa, lewat akun X-nya, menyatakan keprihatinan mendalam.

"Beberapa kali berjumpa dengan beberapa Termul, saya sampaikan. Keprihatinan saya atas keadaan kesehatan pak Jokowi yang makin menurun dari hari ke hari."

Menurut pengamatannya secara kasat mata, kondisi Presiden kian mengkhawatirkan. Jalan yang tertatih, wajah pucat yang mungkin menandakan hemoglobin rendah, hingga bercak vitiligo yang makin banyak. Ia juga menyebut penggunaan kaus kaki untuk menutupi kulit kaki yang menghitam.

"Karena itu saya katakan kepada para Termul: 'Orang yang paling memerlukan Restorative Justice adalah pak Jokowi. Kasihan dengan kondisi beliau. Jelas butuh perawatan super intensif. Jelas butuh penanganan yang advance.'"

Di akhir cuitannya, Dokter Tifa menyelipkan pertanyaan retoris yang menusuk. "Para Termul, kalian ngga kasihan, sih?"

Gelombang spekulasi tentang kesehatan pemimpin negara ini sepertinya belum akan reda. Setiap penampilan publiknya kini diamati dengan saksama, bahkan hingga ke hal-hal yang paling kecil sekalipun.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar