196 Kontingen Sulsel Diberangkatkan ke Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat

- Selasa, 16 Juni 2026 | 11:00 WIB
196 Kontingen Sulsel Diberangkatkan ke Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat

Sebanyak 196 kontingen asal Sulawesi Selatan resmi diberangkatkan menuju Manokwari, Papua Barat, untuk berlaga pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026. Kontingen ini tidak hanya membawa misi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi duta toleransi dan harmoni kebangsaan melalui seni paduan suara gerejawi.

Rombongan yang terdiri atas peserta lomba, pelatih, official, dan pendukung ini telah menjalani serangkaian proses latihan dan pembinaan sebelum akhirnya bertolak ke tingkat nasional. Dalam ajang bergengsi tersebut, Sulawesi Selatan akan turun pada dua belas kategori perlombaan yang dipertandingkan.

Keikutsertaan Sulsel dalam gelaran nasional ini tidak semata-mata diorientasikan pada pencapaian gelar juara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memandang ajang ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, dan kerukunan antarumat melalui musik rohani.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, melepas langsung kontingen di Kantor Gubernur Sulsel pada Senin, 15 Juni 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa para peserta merupakan putra-putri terbaik daerah yang akan membawa nama Sulawesi Selatan di panggung nasional.

Sulsel sendiri memiliki rekam jejak yang cukup diperhitungkan dalam sejarah penyelenggaraan Pesparawi. Beberapa kategori disebut menjadi andalan daerah ini, antara lain Solo, Musik Gerejawi, dan Paduan Suara Campuran Dewasa.

Dalam pesan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang dibacakan oleh Jufri, kontingen diminta untuk menjadikan rekam jejak prestasi yang telah diraih sebagai motivasi tampil maksimal di Papua Barat. “Sulawesi Selatan memiliki tradisi dan rekam jejak yang selalu diperhitungkan di kancah nasional, dengan gelar juara yang pernah diraih sebelumnya. Beban dan semangat inilah yang harus memotivasi kita untuk kembali mengukir prestasi terbaik, sekaligus menjadi kesaksian iman yang indah,” ujarnya.

Pemprov Sulsel juga menempatkan Pesparawi sebagai bagian integral dari pembinaan mental, spiritual, dan etika kebangsaan. Melalui harmoni lagu-lagu rohani, peserta diharapkan mampu menyebarkan pesan damai dan toleransi selama mengikuti rangkaian lomba. “Lewat lantunan suara dan harmoni lagu-lagu rohani, saudara-saudara membawa pesan damai, toleransi, dan persaudaraan. Hendaknya menjadi landasan moral saudara dalam bertanding,” jelas Jufri.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Sulawesi Selatan, Pdt. Adrie O Massie, menyebutkan bahwa kontingen Sulsel akan mengikuti dua belas kategori yang dipertandingkan. Ia menilai sejumlah kategori andalan Sulsel selama ini konsisten memberikan hasil yang membanggakan di tingkat nasional.

Suasana haru dan semangat mewarnai prosesi pelepasan kontingen di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel. Para peserta terlihat saling menyemangati, bernyanyi bersama, berfoto, serta berbincang akrab dengan pelatih dan official sebelum keberangkatan.

Pemerintah Provinsi Sulsel berharap seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, kekompakan, disiplin, dan sportivitas selama berada di Papua Barat. Kontingen juga diminta untuk senantiasa menjaga nama baik Sulawesi Selatan hingga seluruh rangkaian Pesparawi Nasional XIV rampung.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar