Di tengah hiruk-pikuk pembahasan soal penciptaan lapangan kerja, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy justru mengangkat isu yang dianggapnya lebih mendesak. Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kebutuhan yang tak bisa ditunda-tunda. Meski begitu, ia tak menafikan bahwa lapangan kerja tetap penting bagi pembangunan nasional.
Pandangannya ini, diakui Rachmat, kerap memicu perdebatan. "Sering saya ditanya, mengapa MBG dianggap penting? Apakah MBG lebih penting dibanding membuka lapangan kerja?" ujarnya dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis lalu.
Ia lalu menjelaskan. Bukan berarti kedua hal itu dipertentangkan. "MBG penting, lapangan kerja juga penting. Tapi dalam kondisi tertentu, MBG lebih mendesak," tegasnya.
Logikanya sederhana. Di sejumlah wilayah Indonesia, masih banyak masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar: pangan dan gizi. Penciptaan lapangan kerja memang krusial, tapi itu adalah pendekatan jangka panjang. Sementara di daerah-daerah terpencil, ada yang masih menghadapi kelaparan. Bagaimana mungkin bicara soal kail, kalau orang yang akan memakainya sudah kehabisan tenaga?
"Ada yang bilang jangan beri ikan, beri kail. Tapi kalau hanya diberi kail, orangnya sudah keburu meninggal," kata Rachmat, menggambarkan situasi darurat yang ia maksud.
Dengan nada prihatin, ia mengajak hadirin membayangkan kondisi nyata. "Coba lihat saudara-saudara kita di pelosok desa. Mereka lapar, mereka kelaparan."
Artikel Terkait
Polisi Berlutut di Jalan, Redam Konflik Massa di Manggarai
Bayern Krisis Kiper, Remaja 16 Tahun Bersiap Jaga Gawang Lawan Atalanta
Keluarga Pemudik Terdampar di Bahu Tol Semarang-Solo Usai Salah Naik Bus
Pemerintah Gelar Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026