Teman yang ditunggunya adalah Asri. Mereka biasa main bersama di lingkungan itu. Setelah tanah itu bergerak dan menimbun segalanya, Reza memutuskan untuk tidak kemana-mana. Dia bertahan di situ, seolah dengan berdiri di sana, dia bisa mendekatkan harapan bahwa Asri akan ditemukan segera.
Di sisi lain, proses evakuasi sendiri tak bisa dibilang mudah. Tim SAR gabungan dibantu warga setempat harus berjuang ekstra. Medannya terjal, plus kondisi tanahnya masih labil setiap saat bisa bergerak lagi. Itu jadi tantangan besar bagi mereka yang terjun langsung.
Kehadiran Reza, dalam diamnya, bercerita banyak. Dia adalah gambaran pilu dari dampak bencana semacam ini. Bukan cuma soal kerusakan fisik, tapi juga luka di hati anak-anak seusianya. Kehilangan teman bermain, dan harus menyaksikan langsung situasi traumatis di usia yang seharusnya penuh keceriaan. Sungguh, pemandangan yang tak mudah dilupakan.
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Indonesia Menuju Crack Ekonomi, Bukan Sekadar Krisis Biasa
Kesepian di Atas JPO Kebon Manggis, Pria Ini Hanya Ingin Diperhatikan
Detektif Digital Ungkap Misteri Mercy Merah dan Penjarahan Terkoordinasi Agustus Lalu
Hendrajit: Argumen Kapolri Soal Polri Bawah Kementerian Dinilai Sihir Opini yang Ancam Otoritas Presiden