Daan Mogot Kembali Dilalui, Sisa Genangan 10 Cm Mengingatkan Bahaya

- Kamis, 29 Januari 2026 | 20:48 WIB
Daan Mogot Kembali Dilalui, Sisa Genangan 10 Cm Mengingatkan Bahaya

Malam itu di Daan Mogot, arus kendaraan perlahan mulai bergerak normal. Setelah seharian macet total akibat banjir, kemacetan parah akhirnya berangsur terurai. Tapi, permasalahannya belum sepenuhnya usai. Genangan air masih terlihat menguasai sebagian badan jalan, sisa-sisa dari hujan deras yang mengguyur Jakarta Barat sejak dini hari.

Dari lokasi, AKP Yeni, Kanit Lantas Polsek Cengkareng, memastikan kondisi terbaru. Suaranya terdengar lega.

“Sudah lancar, sudah lancar. Dari Taman Kota sampai TL Cengkareng, dua arah sudah bisa dilewati. Arusnya sudah berjalan baik,” ujarnya pada Kamis (29/1) malam.

Menurutnya, ketinggian air yang semula membuat kendaraan mogok kini sudah jauh berkurang. Tinggal sekitar lima sampai sepuluh sentimeter saja.

“Ini sudah tinggal 5 sampai 10 cm, sudah bisa dilalui sepeda motor,” tambah Yeni.

Imbauan untuk Pengendara: Kesabaran adalah Kunci

Meski lalu lintas mulai pulih, Yeni tak lupa menyelipkan imbauan. Ia meminta para pengendara untuk mengutamakan kesabaran saat melintas kawasan yang baru saja tergenang itu. Situasi bisa dibilang masih rentan.

“Kami mengimbau pengendara agar selalu sabar, kontrol emosi. Jangan sampai emosi di jalan. Stres, jangan lah, ya,” tuturnya.

Memang, kejadian paginya cukup membuat frustrasi. Banjir yang merendam jalan penghubung Tangerang-Jakarta itu sempat memacetkan arus secara parah. Kemacetan panjang terjadi dari pagi hingga menjelang siang.

Kondisi itu diperparah oleh sejumlah pengendara sepeda motor yang, karena tak ingin terjebak lama-lama, memaksa menerobos genangan. Bahkan, tak sedikit yang nekat melawan arah hanya untuk mencari jalan keluar yang cepat. Keruwetan pun tak terhindarkan.

Malam ini, meski lampu-lampu kendaraan sudah kembali bergerak lancar, pelajaran dari siang hari sepertinya perlu diingat. Jalan mungkin sudah bisa dilalui, tapi kewaspadaan dan ketenangan berkendara tetap yang utama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar