Di tengah riuh Rakernas PSI di Hotel Claro Makassar, Kamis lalu, ada kejutan yang cukup mencuri perhatian. Rusdi Masse Mapasessu, yang selama ini dikenal sebagai politikus NasDem, tiba-tiba muncul dengan jaket khas Partai Solidaritas Indonesia. Kaesang Pangarep, sang Ketua Umum, tak banyak basa-basi. Ia langsung mengumumkan secara resmi perpindahan RMS begitu Rusdi biasa disapa ke dalam barisan partainya.
"Ini tidak akan berhenti di Pak RMS saja," ucap Kaesang, dengan nada penuh keyakinan.
Anak bungsu Presiden Jokowi itu bahkan melempar isyarat. Masih akan ada lagi, katanya, tokoh-tokoh lain yang menyusul bergabung. Orasi politiknya di hadapan kader itu jelas ingin menegaskan satu hal: PSI sedang membangun momentum.
Lalu, Apa yang Membuat Rusdi Masse Pindah Haluan?
Setelah resmi menyandang atribut baru, Rusdi berucap terima kasih. Komitmennya sederhana tapi tegas: ia ingin membawa PSI ke level yang lebih baik.
"Mudah-mudahan dengan kehadiran saya di PSI bisa berbuat banyak," katanya. "Saya sudah buktikan kok menjadi pemenang di Sulsel. Kamu tahu Sulsel punya siapa," sambungnya dengan sedikit senyum, mengingatkan pada basis elektoralnya yang kuat.
Menurutnya, keputusan untuk hijrah bersama anaknya murni dari diri sendiri. Bukan karena ada gerbong atau kepentingan kelompok tertentu yang mendorong.
"Saya dan anak saya tidak punya gerbong. Saya cuma punya istri dan anak. Kalau dibilang gerbong, itu kerja tim. Tapi tidak ada yang memiliki itu," tegas Rusdi.
Ia juga berargumen bahwa perpindahannya ini bukan hal aneh di dunia politik. Sebelumnya, sudah ada contoh seperti Ahmad Ali dan Bestari Barus yang melakukan hal serupa. "Ini nurani. Memang seperti itu politik," ucapnya, seolah menutup pembahasan.
Kisah Berlanjut: Sang Anak Jadi Ketua DPW di Usia 19 Tahun
Menariknya, perpindahan Rusdi ini seperti punya rangkaian cerita. Sehari sebelumnya, tepatnya Rabu, anak lelakinya, Muammar Gandi Rusdi, baru saja dilantik sebagai Ketua DPW PSI Sulawesi Selatan. Acara pelantikannya juga digelar di tempat yang sama, Hotel Claro.
Gandi, panggilan akrabnya, langsung menyampaikan ambisinya. Ia tak ingin PSI sekadar jadi pelengkap atau peserta pemilu biasa di Sulsel.
"Kita tidak ingin hanya jadi peserta Pemilu. Kita akan menjadi pemenang di Sulawesi Selatan,” janjinya.
Di usianya yang masih sangat muda, 19 tahun, ia berjanji akan bekerja sesuai arahan DPP dan tak akan mengecewakan.
“Insya Allah PSI Sulawesi Selatan tidak akan mempermalukan Ketua Umum,” ujar Gandi.
Kaesang sendiri terlihat antusias dengan pilihan kepemimpinan muda ini. Ia mengaku senang melihat struktur pengurus di Sulsel yang didominasi anak muda.
"Saya ini jujur senang sekali," kata Kaesang. "Tapi enggak masalah. Dia masih umur 19 tahun. 19 tahun memimpin sebuah partai di Sulawesi Selatan. Bayangkan."
Kaesang lalu berkelakar, "Bukan hal yang mudah, tapi saya yakin buat Mas Gandi itu jauh lebih gampang untuk membangun partai di sini ketimbang kuliah."
Meski sudah mengajukan mundur dari NasDem, status Rusdi di DPR saat ini masih tercatat sebagai wakil ketua komisi III dari partai lamanya itu. Transisi politiknya, tampaknya, masih menyisakan sedikit urusan administrasi yang harus diselesaikan.
Artikel Terkait
BMKG: Makassar Berawan Seharian Jumat 1 Mei 2026, Waspada Potensi Hujan Ringan Siang-Sore
Mahfud MD: UU Peradilan Militer Belum Diubah Jadi Hambatan Kasus Andrie Yunus Dibawa ke Pengadilan Umum
Menteri PPPA Minta Maaf Atas Pernyataan soal Gerbong Khusus Perempuan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Kebakaran di Wajo Hanguskan Tiga Rumah dan Dua Motor, Kerugian Capai Miliaran Rupiah