Asap mengepul dan suara sayuran terpotong memenuhi udara di dapur umum pengungsian Cisarua. Di tengah keriuhan itu, seorang pria berambut pirang terlihat asyik memotong bawang. Dialah David Caleiba, seorang chef asal Prancis yang memutuskan untuk jadi relawan, membantu para korban longsor di Bandung Barat.
Setiap hari, tangannya turut menyiapkan ribuan porsi makanan. Kehadirannya yang tak terduga itu, rupanya membawa warna tersendiri. Ada semangat baru yang terasa di antara para relawan dan pengungsi.
“Saya orang Prancis, pindah ke Indonesia tahun 2007,” ujarnya, sambil sesekali menengok ke wajan.
“Dulu di Sumatera, lalu ke Bali selama 14 tahun, dan sekarang sudah satu tahun lebih di sini. Total 16 tahun di Indonesia.”
Jadi, Indonesia sudah seperti rumah keduanya. Perjalanannya dimulai enam belas tahun silam. Setelah dari Sumatera, ia menghabiskan waktu bertahun-tahun di Bali sebelum akhirnya menetap di Bandung Barat.
Dalam kesehariannya, David sebenarnya adalah eksekutif chef di sebuah hotel berbintang lima. Pekerjaannya lebih banyak di belakang meja, mengatur operasional dapur. Tapi, kabar longsor di Cisarua mengubahnya. Hatinya tergerak untuk turun langsung, berbaur dengan para relawan lainnya.
Lalu, bagaimana ceritanya sampai bisa ada di sini? Semua berawal dari grup WhatsApp.
David, yang dulu pernah tergabung dengan Indonesia Chef Association (ICA), mendapat kabar dari sana. Ada informasi bahwa lokasi bencana membutuhkan tenaga relawan. Jaraknya pun tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya sekarang, cuma sekitar 33 kilometer. Tanpa pikir panjang, ia pun datang.
Artikel Terkait
Praktisi Hukum: Langkah Prabowo Gabung Dewan Trump Bisa Langgar Konstitusi
Hari Keenam Pasca-Longsor Cisarua, 41 Korban Berhasil Diidentifikasi
Markas Ormas di Medan Digerebek, Ternyata Sarang Judi Dingdong
Tanah Bergerak di Aceh Tengah, Jalan Utama dan Permukiman Warga Terancam