Penjual Es Kue Dianiaya Aparat, Tuduhan Berbahaya Ternyata Hoaks

- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:20 WIB
Penjual Es Kue Dianiaya Aparat, Tuduhan Berbahaya Ternyata Hoaks

"Pak Sudrajat itu kan kena tiga hal sekaligus: dianiaya, dipersekusi, terus difitnah pake berita hoax yang sengaja disebar," tulis seorang netizen di platform X, Budhi Prasetyo, dengan nada geram. "Si Ikhwan itu mestinya dijerat tiga pasal, bukan cuma datang buat pencitraan doang!"

"

Nasib malang menimpa Sudrajat (50), penjual es kue yang jadi korban penganiayaan. Pelakunya? Dua aparat: seorang Babinsa TNI (Serda Heri Purnomo) dan Bhabinkamtibmas Polri (Aiptu Ikhwan Mulyadi).

Semua berawal di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Saat itu, Sudrajat sedang berjualan seperti biasa. Tiba-tiba, dua orang berseragam itu mendatanginya dan menuduh dagangannya es gabus terbuat dari bahan berbahaya. Mereka menyebutnya pakai polyurethane atau bahkan spons kasur. Tuduhan liar itu kemudian berujung pada tindak kekerasan.

Di rumahnya, Sudrajat masih tampak tak habis pikir. "Saya jualan es kue sudah 30 tahun, tidak pernah ada komplain. Baru Sabtu kemarin kejadian seperti ini," ujarnya kepada TEMPO, Selasa (27/1). Suaranya lirih, penuh keheranan. Ia sudah berjualan di Jakarta Pusat sejak 2007, mengais rezeki dengan setia. Setiap hari, ia berangkat dini hari ke Depok Lama untuk mengambil stok, lalu berjualan dari pagi hingga sore. "Kalau habis, bisa dapat Rp 200 ribu sampai Rp300 ribu. Cukup buat makan," katanya. Ia membeli per potong Rp 500 dan menjualnya Rp 2.000.

Menurut pengakuannya, salah satu aparat awalnya berpura-pura membeli. "Polisinya beli, lalu esnya diremas-remas dan dibilang ini es racun," tutur Sudrajat. Tak lama, ia dipaksa ke pos setempat. Di sanalah kekerasan terjadi. "Saya dikepung lalu dipukul. Yang memukul polisi dan tentara," kenangnya.


Halaman:

Komentar