DUNGU.
Faktanya memang menggelikan. Di dewan tertinggi yang diketuai Trump sendiri, sama sekali tidak ada perwakilan dari Palestina. Mereka yang konfliknya hendak 'didamaikan' justru tak mendapat kursi.
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu malah dapat undangan. Perdana Menteri Israel itu bahkan sudah resmi bergabung. Jadi, siapa yang didengar suaranya? Jelas bukan pihak yang paling terdampak.
Memang, situasinya jadi terasa seperti lelucon yang menyedihkan. Sebuah dewan perdamaian tanpa salah satu pihak yang berperang. Apa iya hasilnya bisa adil?
Artikel Terkait
Permintaan Maaf dan Bantuan Berdatangan untuk Penjual Es Kue yang Pernah Dianiaya
KPK Ungkap Kendala Operasi Tangkap Tangan di Tengah Modus Korupsi yang Makin Canggih
Polisi Selidiki Peredaran Gas Tertawa Usai Diduga Tewaskan Influencer
Tiga Pekan Banjir Pati, Kerupuk dan Jajanan Tak Lagi Menghidupi