DUNGU.
Faktanya memang menggelikan. Di dewan tertinggi yang diketuai Trump sendiri, sama sekali tidak ada perwakilan dari Palestina. Mereka yang konfliknya hendak 'didamaikan' justru tak mendapat kursi.
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu malah dapat undangan. Perdana Menteri Israel itu bahkan sudah resmi bergabung. Jadi, siapa yang didengar suaranya? Jelas bukan pihak yang paling terdampak.
Memang, situasinya jadi terasa seperti lelucon yang menyedihkan. Sebuah dewan perdamaian tanpa salah satu pihak yang berperang. Apa iya hasilnya bisa adil?
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions