Lebih dari 200 Personel AS Terluka dalam Konflik dengan Iran di Timur Tengah

- Rabu, 18 Maret 2026 | 07:45 WIB
Lebih dari 200 Personel AS Terluka dalam Konflik dengan Iran di Timur Tengah

Washington Konflik di Timur Tengah ternyata telah menorehkan catatan kelam bagi militer AS. Sejak ketegangan dengan Iran memanas akhir Februari lalu, lebih dari dua ratus personel Amerika dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka tersebar di tujuh negara berbeda di kawasan itu.

Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, mengonfirmasi angka tersebut pada Senin lalu. Menurutnya, kabar baiknya adalah sebagian besar korban hanya mengalami cedera ringan.

“Sebagian besar dari luka tersebut bersifat ringan, dan lebih dari 180 personel telah kembali bertugas,” ucap Hawkins, seperti dikutip dari TRT World, Rabu (18/3/2026).

“10 orang dikategorikan mengalami luka serius,” tambahnya.

Lokasi kejadiannya mencakup Bahrain, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Rincian dari Hawkins ini dianggap sebagai yang paling lengkap sejauh ini untuk menggambarkan dampak nyata perang terhadap pasukan AS di lapangan. Sebelumnya, Pentagon hanya melaporkan sekitar 140 tentara yang terluka per 10 Maret. Peningkatan angka luka serius menjadi sepuluh orang terjadi setelah dua personel yang cedera di awal konflik diklasifikasikan ulang sebagai korban berat.

Memang, situasinya sudah berubah drastis sejak 28 Februari. Saat itulah perang terbuka antara AS-Israel melawan Iran dimulai, memicu rentetan serangan balasan yang membuat kawasan ini makin berdarah.

Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone, yang sasarannya adalah berbagai lokasi dengan kehadiran militer Amerika. Inilah salah satu pemicu utama lonjakan korban luka di pihak AS.

Di sisi lain, pejabat AS menyebut fokus serangan mereka belakangan ini adalah melumpuhkan peluncur rudal dan gudang drone Iran. Tujuannya jelas: memotong kemampuan Teheran untuk membalas.

Namun begitu, korban jiwa pun tak terhindarkan. Hingga kini, tercatat 13 tentara AS tewas. Tujuh di antaranya gugur akibat serangan langsung.

Enam lainnya meninggal di Irak dalam sebuah insiden yang cukup rumit. Sebuah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 mengalami kecelakaan yang diduga melibatkan pesawat lain.

Di antara serangan yang terjadi, salah satu yang paling mematikan berlangsung di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, tepat di hari pertama konflik. Sebuah drone menghantam pusat operasi taktis dan merenggut nyawa enam tentara Amerika. Korban jiwa juga berjatuhan di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, di mana seorang tentara meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Gambaran ini menunjukkan betapa konflik yang meluas telah menimbulkan konsekuensi nyata, jauh dari sekadar angka-angka di atas kertas.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler