Menanggapi hal itu, Amien menekankan pentingnya belajar langsung dari para tokoh. Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan semangat juang, meski teknologi sudah sedemikian maju.
“Sekarang kan semuanya sibuk sama gadget. Bahkan AI sudah ada, hidup serba mudah,” ujarnya.
“Tapi jangan sampai kita terlena. Ilmu agama tetaplah pondasi utama untuk meraih kebahagiaan dan melanjutkan perjuangan.”
Pembicaraan pun merambah ke isu global. Amien menyoroti wacana Board of Peace atau dewan perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump terkait Palestina. Kritiknya keras. Ia menilai pernyataan Trump yang pernah mengusulkan pengosongan Gaza sebagai sikap yang tidak berperikemanusiaan. Bahkan berpotensi mengancam perdamaian dunia.
Sementara untuk masalah dalam negeri, Amien menyoroti persoalan oligarki yang masih kuat. Konflik kepentingan dan lemahnya etika di lingkaran kekuasaan, menurutnya, adalah bagian dari krisis yang kita hadapi sekarang. Reformasi sejati, tegasnya, butuh perubahan kekuasaan yang substantif. Bukan sekadar perbaikan di permukaan.
Sebelum acara ditutup, mantan Ketua MPR itu berpesan agar umat Islam tetap istiqamah. Berpegang teguh pada prinsip, dan jangan mudah menyerah meski tekanan datang bertubi-tubi.
“Allah tidak pernah ingkar janji,” pungkasnya dengan tegas.
“Kemenangan akan datang untuk mereka yang terus berjuang.”
Reporter: zakaria
Artikel Terkait
Bandara Sultan Hasanuddin Sambut Pemudik dengan Hampers Kejutan di Conveyor Belt
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia