Tapi UAS nggak cuma berhenti di situ. Pesannya jelas: mahasiswa harus berakhlak baik, tapi juga wajib kompeten di bidang ilmunya. “Tekuni betul-betul perkuliahan kalian. Jangan setengah-setengah,” pesannya.
Ia pun berbagi pengalaman pribadi. UAS bercerita bagaimana ia mendalami ilmu hadis secara serius, dari S1 sampai S3. Menurutnya, dengan penguasaan ilmu yang kuat, seseorang baru bisa memberikan manfaat yang luas untuk umat.
Di penghujung kuliah, UAS menegaskan satu hal. Kecerdasan saja tidak cukup kalau tidak memberi manfaat. Harapannya, para mahasiswa bisa tumbuh jadi pribadi yang berdampak positif, baik untuk masyarakat maupun lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Dr. Hambari, M.A., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA Bogor sekaligus Ketua Panitia, menyatakan rasa syukurnya. Acara berjalan sukses, jauh dari harapan.
Ia menegaskan, kuliah umum semacam ini adalah kegiatan strategis. Tujuannya untuk membina mahasiswa, agar kelak lahir generasi cerdas berkarakter dan berkepribadian Islami. Semua itu, kata dia, selaras dengan visi dan misi Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Artikel Terkait
Gaji Rp 250 Ribu, Komisi X Desak Upah Guru Honorer Naik ke Rp 5 Juta
Es Hunkwe Dituding Spons, TNI AD Buka Suara Soal Klarifikasi Viral
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Jangan Terjebak Agenda Trump Soal Palestina
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%