Susno Duadji Sindir Komisi Reformasi Polisi: Sejak Awal Sudah Diniatkan Gagal

- Selasa, 27 Januari 2026 | 15:25 WIB
Susno Duadji Sindir Komisi Reformasi Polisi: Sejak Awal Sudah Diniatkan Gagal

Susno Duadji: Dari Awal Saya Sudah Tahu Komisi Reformasi Polisi Ini Bakal Gagal

Jakarta – Susno Duadji, mantan Kabareskrim yang namanya tak asing di dunia penegakan hukum, tak punya harapan sama sekali terhadap Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian. Bagi dia, komisi yang dibentuk dengan gegap gempita itu sejak awal sudah ditakdirkan untuk melempem. Hanya jadi proyek formalitas, tanpa tenaga penggerak yang nyata.

“Sejak awal dibentuknya komisi itu, saya sudah yakin pasti gagal. Dari melihat figur-figur yang mengisinya saja, saya tidak optimistis,”

Begitu kata Susno dalam pernyataannya, Selasa lalu. Suaranya terdengar getir, tapi lugas. Dia tak sekadar meragukan, dia sudah memprediksi kegagalannya.

Menurutnya, bicara soal reformasi kepolisian itu bukan perkara membuat lembaga baru. Bukan. Itu soal nyali politik dan ketegasan pemimpin. Perlu orang-orang yang benar-benar independen, punya integritas baja, dan berani bersuara lantang bahkan terhadap institusi Polri sendiri. Tanpa semua itu, komisi macam apa pun cuma akan jadi simbol. Hiasan di dinding yang lambat laun tertutup debu.

“Kalau hanya diisi orang-orang yang tidak punya keberanian atau kedekatan dengan kekuasaan, ya jangan harap ada perubahan signifikan,”

tegasnya tanpa tedeng aling-aling.

Di sisi lain, Susno melihat akar masalahnya sebenarnya sudah jelas. Persoalan di tubuh Polri bukan karena kurangnya kajian atau rekomendasi. Bukan. Tapi lebih pada kemauan politik untuk menjalankannya. Berapa banyak evaluasi dan kritik pedas yang sudah dilontarkan ke publik? Hasilnya? Seringkali mandek di tengah jalan, tak ada tindak lanjut yang serius.

Kritikan pedas dari sosok kontroversial ini tentu menambah panjang daftar keraguan publik. Komisi yang dulu digadang-gadang sebagai motor pembenahan itu, kini di mata banyak pengamat, masih berkutat di tempat. Hasil konkretnya? Masih jadi tanda tanya besar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar