Salju masih menumpuk tinggi di jalan-jalan Louisville, Kentucky, Senin lalu. Dengan sekop di tangan, para petugas berusaha membersihkan sisa-sisa badai besar yang baru saja melanda. Pemandangan itu jadi pemandangan umum di banyak tempat, setelah cuaca ekstrem mengguncang Amerika Serikat.
Badai musim dingin ini memang tak main-main. Suhu yang merosot tajam bikin menggigil, mengganggu kehidupan jutaan warga dari satu negara bagian ke negara bagian lain. Aktivitas harian pun banyak yang macet total. Dari urusan kerja sampai sekolah, semuanya ikut berantakan karena cuaca buruk yang begitu luas jangkauannya.
Sayangnya, dampaknya lebih dari sekadar gangguan. Menurut laporan AFP, korban jiwa sudah berjatuhan sedikitnya sepuluh orang meninggal dunia. Belum lagi masalah listrik. Ratusan ribu rumah dilaporkan gelap gulita, setelah jaringan listrik rusak berat diterjang es dan timbunan salju yang berat.
Hingga saat ini, upaya penanganan darurat masih terus berjalan. Otoritas setempat fokus pada pembersihan dan perbaikan infrastruktur di wilayah-wilayah terparah. Mereka juga tak henti-hentinya mengingatkan warga untuk tetap waspada. Soalnya, cuaca ekstrem seperti ini berpotensi belum berakhir. Ancaman masih mengintai di hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Kapolri Sigit Tolak Penempatan di Bawah Kementerian, Ada Apa di Baliknya?
Gus Ipul Bocorkan Anggaran Rp 4 Triliun untuk Program Baru Sekolah Rakyat
Anggaran Pasca-Bencana Kosong, Menteri PU Didesak Bentuk Direktorat Khusus
Anggota Polda DIY Dijerat Laporan Pacar Usai Dugaan Cekik dan Seret ke Kamar