Partai Baru Anies: Pintu Politik Terbuka atau Jalan Buntu?

- Selasa, 27 Januari 2026 | 12:25 WIB
Partai Baru Anies: Pintu Politik Terbuka atau Jalan Buntu?

Dengan Partai Baru, Akankah Anies Baswedan Menjadi Kekuatan Politik Masa Depan?

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pertanyaan yang kini berputar di publik sederhana: benarkah Anies Baswedan ada di balik layar "Partai Gerakan Rakyat"? Jawabannya, ya. Rasanya mustahil ormas ini bertransformasi jadi partai politik tanpa sosok Anies. Malah, bisa dibilang partai ini lahir justru untuk Anies.

Tokoh sentralnya jelas. Nilai jual utama partai yang dikomandani Sahrin itu tak lain adalah Anies Baswedan sendiri. Tanpa figur populer macam dia, partai baru akan kesulitan menarik perhatian. Dan Anies, terlepas dari segala pro-kontra, masih punya daya tarik massal yang besar. Itu sebabnya, begitu namanya disebut, partai ini langsung menyita pembicaraan.

Perjalanannya dimulai dari ormas. Kini statusnya sudah partai, dan spekulasi pun makin menjadi. Tapi jalan menuju panggung politik nasional masih terjal. Pertama, izin dari Kemenkumham. Di sana, penguasanya adalah rival Anies di Pilpres 2024. Lalu, jika izin keluar, mampukah mereka melewati verifikasi ketat KPU? Dan yang paling krusial: bisakah partai ini meraih kursi di Senayan?

Prosesnya masih panjang, dan nasib Anies serta partainya digantungkan pada beberapa hal. Respon penguasa lewat Kemenkumham dan KPU adalah faktor pertama. Lalu, kemampuan konsolidasi hingga ke akar rumput mengumpulkan dan merawat pendukung setia Anies. Situasi politik 2026-2029 juga akan jadi penentu. Tak kalah penting, bagaimana Anies dan timnya membaca dan merespons setiap gelombang perubahan politik.

Di sisi lain, kondisi politik ke depan juga akan berpengaruh besar. Jika situasi stabil, Prabowo akan menjadi kekuatan yang sangat sulit ditandingi. Penguasa punya segala instrumen untuk memenangkan pertarungan. Lalu, di tengah kondisi seperti itu, pilihan apa yang tersisa? Apakah Anies dan Partai Gerakan Rakyat akan memilih bergabung dengan koalisi? Atau justru bertahan di jalur oposisi, sambil mematangkan kekuatan untuk pemilu berikutnya?

Memang, pertanyaan-pertanyaan ini terasa masih jauh. Tapi cepat atau lambat, pilihan itu harus diambil. Dan respon Anies nantinya, akan ikut membentuk dinamika politik Indonesia.

Yang pasti sekarang, kelahiran Partai Gerakan Rakyat ini menegaskan satu hal: Anies Baswedan belum selesai. Ia masih eksis, dan lewat wadah ini, potensinya untuk menjadi kekuatan politik masa depan tetap terbuka.

Jakarta, 27 Januari 2026.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar