Senin lalu (26/1), suasana di Kompleks DPR tampak seperti biasa. Namun di balik pintu tertutup ruang rapat Komisi I, berlangsung pembicaraan serius. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin duduk berdampingan dengan pimpinan tertinggi TNI: Panglima Jenderal Agus Subiyanto, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Mereka hadir memenuhi undangan para anggota dewan untuk sebuah rapat kerja yang sifatnya tertutup.
Usai pertemuan, Ketua Komisi I Utut Adianto bersedia memberikan sedikit penjelasan kepada awak media yang sudah menunggu. Menurutnya, rapat itu menghasilkan dua poin utama.
"Hari ini kami melakukan rapat kerja, poinnya dua, adalah apa yang sudah dicapai dan dilaksanakan di tahun 2025 dan rencana kerja di 2026,"
kata Utut.
Ia menekankan bahwa kehadiran anggota komisi hampir lengkap. Tiga puluh orang hadir, mewakili seluruh delapan fraksi yang ada. Dinamika tanya jawab pun berjalan cukup hidup. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para anggota sangat bervariasi, ditujukan kepada Menhan hingga pimpinan TNI, membahas berbagai hal mendetail.
"Intinya itu, nanti kalau ada yang mau bertanya akan saya teruskan. Yang jelas Komisi I mendukung dan menginginkan TNI yang kuat,"
Artikel Terkait
Ribuan Tahun Siksa Barzakh, Firaun Masih Antre 50.000 Tahun di Padang Mahsyar
Pulih Total, Sekolah di Tiga Provinsi Sumatera Kembali Berdenyut
Gus Alex Ditahan Usai Pemeriksaan, Kasus Kuota Haji Tembus Rp 1 Triliun
DPR Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Wacana Kementerian Ditutup