Spanyol Tolak Rencana Dewan Perdamaian Gaza ala Trump
Spanyol dengan tegas mengatakan tidak. Pemerintah di Madrid menolak bergabung dengan apa yang disebut Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza, sebuah gagasan yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump. Penolakan ini bukan sekadar pernyataan diplomatik biasa, melainkan datang langsung dari Perdana Menteri Pedro Sanchez sendiri.
Bagi Sanchez, masalah utamanya jelas: dewan itu dibentuk tanpa melibatkan Otoritas Palestina. "Kami mengapresiasi undangan (Trump) tersebut, tetapi kami menolak," tegasnya.
Pernyataan itu disampaikannya kepada awak media pada Kamis malam, 22 Januari 2026, usai menghadiri pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels.
Menurut Sanchez, bagaimana masa depan Gaza dan Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina. Bukan oleh keputusan sepihak dari pihak luar. Ia melihat, ketiadaan perwakilan resmi Palestina dalam struktur dewan itu justru mengikis prinsip keadilan. Bahkan, langkah tersebut dinilainya bertentangan dengan hukum internasional dan komitmen terhadap sistem PBB yang multilateral.
Di sisi lain, sikap Spanyol ini bukanlah hal yang mendadak. Sanchez menyatakan ini konsisten dengan posisi negaranya yang sudah lama dipegang: mendukung solusi damai yang adil, inklusif, dan benar-benar berkelanjutan.
Ia menekankan satu poin krusial. Upaya perdamaian, bagaimanapun, hanya akan berhasil jika melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Terutama, tentu saja, warga Palestina yang hidupnya paling terdampak oleh konflik panjang ini.
Artikel Terkait
Trump dan Melania Dievakuasi Darurat Usai Penembakan di Acara Makan Malam Wartawan Gedung Putih
Basarnas Cari Perempuan 51 Tahun Hilang di Hutan Battang Barat Palopo
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil, Namun Ada Perbedaan Harga Antar Penyedia
Prakiraan Cuaca Makassar 26 April: Siang hingga Sore Hujan Ringan-Sedang, Dini Hari Gerimis