Said Didu: Ketegasan Prabowo Menertibkan Perusahaan Langgar Hukum Tusuk Kepentingan “Geng SOP”
Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto menertibkan perusahaan nakal ternyata tak cuma soal aturan. Menurut pengamat kebijakan publik Said Didu, gerakan itu sudah menyentuh bahkan menusuk kepentingan kelompok yang ia juluki "Geng SOP". Singkatnya, itu adalah kumpulan yang hidup dari Solo, Oligarki, dan Parcok.
Bagi Said, ini jelas lebih dari sekadar tindakan administratif biasa. Apa yang dilakukan pemerintah sekarang adalah sinyal politik keras. Intinya, negara tak mau lagi tutup mata terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan pembangkangan hukum yang selama ini jadi "menu harian" segelintir elite.
Ujar Said Didu dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2025).
Nah, soal perlawanan, Said punya perkiraan. Reaksi balik dari geng tersebut kemungkinan besar tak akan terang-terangan. Mereka lebih cenderung main di belakang layar, lewat tekanan sistemik yang halus namun terstruktur. Setidaknya, ada empat bentuk perlawanan yang berpotensi muncul.
Pertama, lewat gangguan stabilitas ekonomi. Bisa lewat permainan pasar, investasi, atau sekadar menyebar sentimen negatif terhadap kebijakan pemerintah.
Kedua, menggerakkan pengacara dan gugatan hukum. Tujuannya jelas: melemahkan legitimasi negara lewat jalur litigasi.
Artikel Terkait
Mooncake di Imlek 2026: Simbol Kebersamaan yang Lahir dari Pemberontakan Rahasia
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Strategi atau Penyimpangan Prinsip?
Siklon Tropis Luana Menguat, BMKG Imbau Waspada Dampak Gelombang Tinggi
Hujan Deras Landa Bekasi, Delapan Kecamatan Terendam dan Longsor Mengancam