Saksi Kunci di Sidang Ijazah Jokowi: Wajah di Foto Itu Bukan Orang yang Salaman dengan Saya

- Jumat, 23 Januari 2026 | 10:00 WIB
Saksi Kunci di Sidang Ijazah Jokowi: Wajah di Foto Itu Bukan Orang yang Salaman dengan Saya

Ini videonya, kalau mau lihat langsung.

Ruang sidang di Pengadilan Negeri Solo itu mendadak hening Selasa lalu, 20 Januari 2026. Di sana, hadir Bagas Pujilaksono Widyakanigara, seorang dosen Fakultas Teknik UGM. Ia bukan sembarang saksi. Bagas sendiri adalah lulusan terbaik angkatan 1983 dan menyelesaikan studinya tepat waktu dalam lima tahun. Prestasi itulah yang kemudian mengantarnya mengajar di almamaternya.

Di hadapan majelis hakim, Bagas bercerita pernah bertemu Jokowi semasa kuliah dulu. Bahkan sempat bersalaman.

Namun begitu, suasana berubah ketika kuasa hukum penggugat, Muhammad Taufiq, mengambil alih. Ia memperlihatkan sebuah dokumen foto ijazah Jokowi yang sempat beredar di media sosial, diunggah oleh seorang kader PSI.

Taufiq lalu melontarkan pertanyaan yang sederhana, tapi dampaknya luar biasa.

"Simple saja, apakah wajah pak Jokowi yang ada di foto ijazah ini sama dengan yang salaman sama anda?"

Jawabannya datang tanpa ragu.

"TIDAK."

Suaranya tegas dan jelas. Duaaaaaarrrrr….!!!! Rasanya seperti ada sesuatu yang pecah di ruang sidang saat itu.

Momen itu pun viral. Sebuah cuitan dari akun @taufik_akang merekam reaksi publik. "Btw…tolong dijaga itu Pak Bagas, pantau terus jgn smpe terjadi apa2 sm beliau," tulisnya, disertai rasa khawatir.

Di sisi lain, netizen lain ikut berkomentar. Akun @suluh_38118 menulis, "Orang-orang jujur ndak perlu di backup seribu loyer, sejuta termul, satu batalion parcok, guna menutup kejujuran yang mudah diucapkan ya ato tidak!!!"

Sementara itu, @ASururi1560 menyoroti kesederhanaan kejujuran itu sendiri. "Utk berkata jujur ternyata sangat mudah dan tidak ruwet, singkat dan jelas dan tidak gagap🥰"

Begitulah kesaksian itu bergulir. Singkat, tapi meninggalkan gema yang panjang. Sidang yang membahas gugatan ijazah presiden itu mendapat satu titik terang atau mungkin, satu titik yang justru memantik lebih banyak tanda tanya. Hanya waktu yang bisa menjawab kelanjutannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar