Dua Malam di Gunung, Korban Pertama Kecelakaan Pesawat Akhirnya Dievakuasi

- Selasa, 20 Januari 2026 | 19:18 WIB
Dua Malam di Gunung, Korban Pertama Kecelakaan Pesawat Akhirnya Dievakuasi

Setelah perjuangan yang melelahkan, tim SAR akhirnya berhasil membawa turun korban pertama dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Korban tersebut kini telah berada dengan selamat di Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana, Bone. Sebuah titik terang di tengah operasi pencarian yang penuh tantangan.

Korban, seorang laki-laki, sebenarnya sudah ditemukan sejak Minggu siang. Lokasinya cukup mengerikan: tersangkut di pepohonan di dalam jurang, sekitar 200 meter di bawah puncak. Saat itu juga, tim langsung berupaya membawanya keluar.

Namun begitu, alam sepertinya belum berkenan.

"Dari awal sudah mulai diupayakan evakuasi tapi kesulitan karena cuaca dan medan ekstrem," ujar Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar yang juga koordinator misi.

Cuaca buruk dan medan yang benar-benar berat memaksa mereka menghentikan upaya. Personel SAR pun terpaksa bermalam di gunung, berjuang melawan dingin dan kelelahan. Bayangkan saja, evakuasi yang dilanjutkan Senin pagi ternyata memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan.

Mereka harus menuruni lereng curam, berjalan pelan, membawa korban dengan hati-hati. Perjalanan itu menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan hingga puluhan jam.

"Kemarin seharian jalan. Baru hari ini, Selasa, baru sampai di kampung, Desa Lampeso. Jadi dua malam bermalam," jelas Arif.

Meski sudah sampai di desa, perjalanan belum benar-benar usai. Dari Lampeso, tim masih harus menempuh jalan setapak sejauh 15 kilometer menuju kampung berikutnya. Lalu, masih ada lagi 5 kilometer berjalan kaki untuk mencapai jalan poros Cenrana. Baru di sana ambulans bisa menjangkau.

"Di jalan poros baru dinaikkan di ambulans lalu akan dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk diserahkan ke pihak DVI," tandasnya.

Sayangnya, hingga larut malam ini, korban pertama tersebut dilaporkan belum juga tiba di rumah sakit tujuan. Perjalanan panjang dari puncak gunung ternyata masih berlanjut di darat. Satu nyawa telah diselamatkan dari jurang, tetapi perjuangan tim SAR dan para korban lainnya masih terus berlangsung.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar