Hening dan duka terasa begitu pekat di kediaman Capt Andy Dahananto, Senin (19/1) lalu. Rumahnya di Perum PWS Blok AI 36, Desa Margasari, Tigaraksa, Tangerang, itu kini dipayungi oleh kesedihan. Di halaman, karangan bunga berjejer dan tenda sudah berdiri, menjadi penanda nestapa yang datang tiba-tiba.
Pilot pesawat ATR 42-500 milik IAT itu menjadi salah satu korban dalam musibah jatuhnya pesawat di perbatasan Maros-Pangkep, Sulsel, Jumat (16/1) sore. Berita buruk itu perlahan tapi pasti akhirnya sampai juga ke lingkungan tempat tinggalnya.
Ketua RT setempat, Fransiskus, mengaku pertama kali mendapat kabar dari tetangga. “Saya dapat informasi dari warga kalau Pak Andy menjadi korban pesawat yang hilang kontak,” ujarnya.
Ia pun langsung berusaha mengonfirmasi. “Waktu itu saya sempat konfirmasi ke keluarga, namun pihak keluarga juga masih mencari informasinya.”
Sayangnya, harapan itu pupus. “Sampai akhirnya dibenarkan kalau Pak Andy ini menjadi korban pesawat yang hilang kontak dan jatuh di Maros,” tutur Fransiskus dengan nada berat.
Artikel Terkait
Di Balik Keramaian Braga, Langkah Tegar Nenek Emi dan Plastik Tisunya
Mahasiswi UB Terluka Parah Usai Lompat dari Jembatan Suhat Malang
Gus Nur Sindir Eggi-Damai: Sowan ke Jokowi Bukti Kekalahan Telak
Prabowo Disambut Hangat di Stansted, Agenda Padat Menanti di London