Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Manuver Baru Istana di Tengah Panasnya Kasus Ijazah Jokowi

- Minggu, 18 Januari 2026 | 18:50 WIB
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Manuver Baru Istana di Tengah Panasnya Kasus Ijazah Jokowi

Muslim Arbi: Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Jadi Amunisi Baru Jokowi Hadapi Roy Suryo Cs

Menurut Muslim Arbi, dinamika kasus ijazah Presiden Jokowi memasuki fase baru di awal 2026. Arbi, yang menjabat sebagai Direktur Gerakan Perubahan sekaligus Koordinator Indonesia Bersatu, melihat peta konflik hukum dan politik dalam perkara ini semakin mengeras. Dukungan untuk Roy Suryo dan kawan-kawannya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya ternyata makin kuat, baik secara hukum maupun di mata publik.

Ia merujuk pada persidangan Citizen Law Suit di PN Surakarta, 13 Januari lalu. Di sana, kesaksian dua saksi kunci, mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno dan Rudjito, disebutnya justru memperkuat keraguan. Klaim keaslian ijazah Jokowi dari UGM pun jadi makin dipertanyakan.

“Kesaksian itu membuat klaim keaslian ijazah Jokowi semakin dipertanyakan dalam proses peradilan,” ujar Muslim Arbi, Ahad (18/1/2026).

Ada satu hal lain yang menarik perhatiannya: ketidakhadiran Jokowi di persidangan. Padahal sebelumnya Presiden sempat berjanji akan datang dan membawa ijazah asli. Absennya Jokowi ini, bagi Arbi, memicu spekulasi dan dugaan bahwa ada perubahan strategi politik-hukum dari pihak istana.

Nah, dalam situasi seperti inilah pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi menjadi penting. Muslim Arbi menilai pertemuan itu bukan sekadar basa-basi, melainkan bagian dari strategi baru. Buktinya? Pasca pertemuan, Eggi tiba-tiba mengambil langkah mengejutkan. Ia memberhentikan sejumlah aktivis TPUA, termasuk Muslim Arbi sendiri, dan mulai melontarkan kritik pedas terhadap Roy Suryo.

“Padahal selama ini kami berjuang bersama dalam TPUA membela ulama dan aktivis,” katanya, menyiratkan kekecewaan.

Perubahan sikap Eggi memang cukup mencolok. Dulu dikenal vokal mengkritik Jokowi, kini terlihat lebih lunak. Hal ini tentu memicu kekecewaan di kalangan aktivis dan publik yang selama ini mengikuti pergerakannya.

Lalu, beredar isu bahwa ada imbalan materi di balik perubahan sikap tersebut. Muslim Arbi mengakui rumor itu beredar, tapi sulit dibuktikan. Meski begitu, rangkaian sikap dan keputusan Eggi Sudjana, baginya, adalah indikasi yang menimbulkan kecurigaan. Apalagi dengan dikeluarkannya SP3 oleh Polda Metro Jaya untuk Eggi dan DHL.

Penghentian penyidikan itu sendiri menuai kritik. Sejumlah pakar hukum, seperti Dr. M. Taufik dari Solo, ikut menyorotinya.

“SP3 itu justru dianggap memperkuat dugaan adanya upaya adu domba antar pejuang kebenaran,” tegas Arbi.

Meski berbagai manuver politik terjadi, Muslim Arbi tetap yakin proses hukum kasus dugaan ijazah palsu ini akan terus berjalan. Tidak mudah dihentikan.

“Publik tidak mau lagi menerima kebohongan yang ditutup dengan kekuasaan. Kebenaran pada akhirnya akan muncul,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar