Siang itu, Minggu (18/1), pemandangan tak biasa terlihat di Gerbang Tol Pulo Mas. Rombongan sepeda motor justru diizinkan melintas masuk ke jalan tol, menuju arah Tanjung Priok. Bukan tanpa alasan, langkah ini diambil oleh Ditlantas Polda Metro Jaya karena banjir yang melumpuhkan Jalan Ahmad Yani.
Lewat akun X-nya, @TMCPoldaMetro, pihak kepolisian menjelaskan situasinya.
"Dit Lantas Polda Metro Jaya menerapkan Diskresi Kepolisian dengan memberikan akses masuk sementara bagi pengendara sepeda motor di Gerbang Tol Pulo Mas arah Tanjung Priok."
"Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengaturan lalu lintas menyusul adanya genangan air di Jalan Jenderal Ahmad Yani, agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan tertib."
Dalam video yang beredar, terlihat jelas bagaimana puluhan motor berbondong-bondong masuk ke jalan tol. Mereka tak sendiri; petugas dengan sigap memandu arus kendaraan itu, memastikan semuanya berjalan lancar. Suasana terlihat cukup padat, tapi tetap terkendali.
Memang, kondisi Jakarta saat itu cukup parah. Hingga sore hari, banyak kawasan masih terendam. Jalan-jalan utama macet total, tak bisa dilewati sama sekali. Banjir seperti ini jelas mengacaukan segala rencana perjalanan warga.
Nah, di tengah situasi darurat seperti itulah, diskresi polisi diterapkan. Intinya, ini adalah solusi cepat untuk mengatasi kemacetan ekstrem. Warga yang terjebak butuh alternatif jalan, dan tol menjadi pilihan satu-satunya yang masih bisa diandalkan saat itu. Tindakan ini, meski terkesan melanggar aturan biasa, pada dasarnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama di saat yang sulit.
Artikel Terkait
Zaman Dajjal Kecil: Saat Kebenaran dan Kepalsuan Tak Lagi Bisa Dibedakan
Duka di Rumah Masa Kecil Yoga, Korban Pesawat Hilang Kontak
Di Balik 790 Mata yang Menatap: Kisah Shelter Bekasi yang Jadi Harapan Terakhir Kucing Jalanan
Iran Buka Suara: 5.000 Jiwa Melayang dalam Gelombang Protes Terbesar Sejak Revolusi