Banjir Rendam Kawasan MOI, Warga: Terparah Sejak 1970-an

- Minggu, 18 Januari 2026 | 13:12 WIB
Banjir Rendam Kawasan MOI, Warga: Terparah Sejak 1970-an

Hujan tak henti-hentinya mengguyur Jakarta sejak malam hingga pagi hari Minggu (18/1). Akibatnya, seperti yang bisa ditebak, beberapa titik pun kebanjiran.

Meski hujan sudah berhenti sejak pagi, genangan air ternyata bertahan lama. Sampai siang bolong, misalnya, Jalan Boulevard Barat Raya di Jakarta Utara tepatnya di depan Mall Of Indonesia (MOI) masih terendam.

Dari pantauan di lokasi sekitar pukul setengah satu siang, air masih menggenang setinggi kurang lebih 40 sentimeter. Tapi ada kabar baik: genangan itu perlahan-lahan mulai surut.

Rupanya, banjir merentang dari depan kantor Stasiun Pompa MOI hingga ke area Flyover Boulevard Barat Raya. Beberapa mobil terpaksa melintas dengan sangat hati-hati, menerobos genangan yang masih cukup dalam.

Di sisi lain, dampaknya juga merembes ke permukiman warga sekitar. Sunar (74), salah seorang warga, mengaku kawasan tempat tinggalnya sempat tergenang. Bagi pria yang sudah menetap di sini sejak tahun 1970-an ini, banjir pagi tadi adalah yang terparah yang pernah ia alami.

"Ini banjir terbesar. Sejak jam 6-an pagi," katanya.

Menurut Sunar, air yang membanjiri kawasan itu berasal dari luapan Kali Sunter yang letaknya persis di depan rumahnya. Untungnya, air tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Ketika tim redaksi tiba di lokasi permukiman, kondisi sudah jauh lebih baik. Banjirnya sendiri sudah menyusut sekitar tengah hari.

"Ini tadi jam 11-an surut. Langsung dibersihin ini, kalau enggak banyak lumpurnya," ujar Sunar sambil menunjuk sisa-sisa kotoran yang menempel di jalan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar