Operasi gabungan BNN dan Bea Cukai berhasil membongkar modus baru peredaran narkoba. Kali ini, sindikat menyasar pengguna vape dengan mengemas etomidate sejenis narkotika cair ke dalam cartridge rokok elektrik. Penggerebekan dilakukan di sebuah apartemen mewah di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, pada Jumat lalu.
Dua warga negara asing, berinisial MK dan TKG, berhasil diamankan. Mereka diduga bertugas sebagai kurir yang membawa barang dari Malaysia. Namun, otak utama jaringan yang berinisial A masih buron dan diduga berada di luar negeri.
Menurut Brigjen Pol Aldrin Hutajarat, Direktur Psikotropika dan Prekusor BNN, semua berawal dari kecurigaan terhadap seorang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Pria itu baru tiba dari Kuala Lumpur.
“Kurang lebih satu minggu, tim BNN maupun tim Bea Cukai melakukan penyelidikan yang kita duga ada seseorang membawa sebuah koper dan ransel. Yang kemarin tepatnya, hari Kamis tanggal 15 Januari 2026, kita ikuti dari bandara Soetta,”
Ujar Aldrin dalam jumpa pers di lokasi kejadian.
Petugas pun membuntuti tersangka. Pergerakannya berakhir di apartemen Sudirman itu. Dan di sanalah bukti-bukti ditemukan.
Ribuan cartridge vape kosong berserakan. Tak hanya itu, di area dapur apartemen, petugas juga menemukan cairan jernih dalam wadah. Volume cairan yang diduga kuat etomidate itu hampir 5 liter tepatnya 4.919,5 mililiter.
“Dari koper ini kita temukan, ini adalah sebuah cartridges untuk dimasukkan di vape electric. Itu sebanyak 6 bungkus plastik. Yang masing-masing berjumlah 500. Jadi kalau dikali 6, sudah ada di sini 3.000,”
Jelas Aldrin merinci barang bukti.
Rencananya, cairan mematikan itu akan disuntikkan ke tiap cartridge. Takarannya sekitar 1,5 hingga 2 mililiter per buah. Kalau semua cartridge terisi dan beredar, nilai jualnya sungguh fantastis.
“Nah, kalau kita hitungan di pasaran, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya, informasi yang kami dapat. Satu vape ini diisi sama satu catridge itu harganya mungkin bisa kisaran 4 sampai 6 juta,”
Katanya.
“Kita bikinlah 6 juta. 6 juta dikali 3.000 berapa kawan-kawan? 18 Miliar,”
Tambahl Aldrin, menggambarkan potensi kerugian yang sangat besar.
Kini, BNN tak berhenti di sini. Mereka akan mendalami jaringan internasional di balik sindikat ini. Para pelaku yang tertangkap bakal dijerat pasal berlapis, dengan ancaman hukuman yang tak main-main bahkan hingga pidana mati. Upaya memburu si otak A juga terus digenjot.
Artikel Terkait
Profesor Hedar Soroti Tantangan Hukum Atasi Dampak Negatif Algoritma
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Klarifikasi Penggunaan Istilah Syahid
Es Cendol Tawaro, Minuman Tradisional Bugis-Makassar Berbahan Sagu, Bertahan di Tengah Gempuran Es Kekinian
Jurnalis Senior Kritik Buku Money Politics Kurang Data Empiris