Haji Isam Pacu Hilirisasi, Jhonlin Group Garap Baterai Nikel di KEK Setangga

- Jumat, 16 Januari 2026 | 07:00 WIB
Haji Isam Pacu Hilirisasi, Jhonlin Group Garap Baterai Nikel di KEK Setangga

Dorongan Hilirisasi, Bisnis Haji Isam Merambah ke Industri Baterai

Di era pemerintahan Prabowo Subianto, gaung hilirisasi industri terdengar kian kencang. Salah satu yang merespons adalah pengusaha Kalimantan Selatan, Haji Isam. Melalui Jhonlin Group, jaringan bisnisnya kini masuk lebih dalam ke sektor strategis: industri baterai berbasis nikel, jantung dari kendaraan listrik dan energi masa depan.

Peresmian pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus Setangga, Tanah Bumbu, pertengahan Januari lalu, menjadi penanda konkretnya. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang hadir meresmikan fasilitas milik PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) itu.

“Kehadiran industri pengolahan mineral bernilai tambah seperti ini dampaknya luas,” ujar Sjafrie dalam sambutannya.

Ia menilai, langkah ini tak cuma soal ekonomi. Menurutnya, hilirisasi yang dijalankan secara transparan bakal memperkuat penguasaan teknologi strategis bangsa, termasuk untuk kepentingan pertahanan.

PT ABEB sendiri merupakan buah kerjasama antara Jhonlin Group dan CNGR Group. Pabrik ini fokus memproduksi Ternary Precursor berbasis nikel bahan kunci untuk baterai lithium. Target kapasitasnya mencapai 20 ribu ton per tahun, sebuah langkah signifikan menuju kemandirian industri nasional di tengah lonjakan kebutuhan global akan baterai.

Dari sisi lapangan, kehadiran pabrik ini diyakini bakal memicu efek berantai. Chairman CNGR Group, Deng Wei Ming, memperkirakan operasional penuh bisa menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung.

“Kami berkomitmen penuh pada standar lingkungan, teknologi produksi bersih, dan prinsip pembangunan berkelanjutan,” tegas Deng Wei Ming.

Di sisi lain, KEK Setangga sebagai lokasinya pun menunjukkan perkembangan pesat. Hingga kuartal ketiga 2025, realisasi investasi di kawasan itu sudah menembus Rp4,7 triliun dengan lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap. Kehadiran ABEB tentu akan menambah deret multiplier effect, mulai dari ekspor, industri pendukung, hingga jasa logistik.

Ambisi jangka panjang kawasan ini memang besar. Ditargetkan menjadi pusat industri di wilayah tengah Indonesia, KEK Setangga mencatat rencana investasi hingga Rp67,69 triliun dengan potensi serapan tenaga kerja mencapai 78 ribu orang pada 2053.

Dengan langkah ini, posisi Haji Isam dalam peta hilirisasi nasional semakin tak terbantahkan. Di tengah transisi energi global dan fokus pemerintah pada industri strategis, bisnisnya kian relevan. Dan pengaruhnya, tampaknya, akan terus menguat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar