Stigma dan pengucilan masih jadi beban berat yang harus dipikul para penderita kusta. Gejala fisik yang tampak berbeda, ditambah anggapan keliru bahwa penyakit ini gampang menular, membuat mereka sering dijauhi.
Nah, dalam sebuah diskusi bertajuk “Ending Leprosy Without Stigma” yang digelar Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara. Menurutnya, stigma itu terus hidup lantaran informasi yang benar tak pernah sampai ke masyarakat secara jelas.
"Tantangannya paling besar, nomor satu leprosy ini jadi stigma," ujar Budi dalam talkshow di Kantor Kemenkes, Kamis (15/1).
"Kenapa stigma? Karena informasinya tidak pernah jelas sampai ke masyarakat."
Budi menegaskan, sebenarnya tak ada alasan untuk takut berlebihan pada kusta. Untuk meluruskan pemahaman, ia memaparkan beberapa karakteristik kunci penyakit ini.
"Bahwa penyakit ini adalah penyakit yang sebenarnya bukan kutukan. Ini penyakit yang memang disebabkan oleh bakteri," jelasnya.
"Nomor dua, penyakit ini memang menular, tetapi penularannya lama. Dan yang ketiga, penyakit ini sudah ada obatnya, pasti sembuh. Kalau sudah diberi obat, tidak sampai seminggu sudah tidak menular."
"Yang keempat, fatalitasnya hampir nol, sangat rendah."
Artikel Terkait
Anjir Jadi Bumbu Wajib: Ketika Makian Kehilangan Taring di Mulut Kaum Muda
Kemenangan Publik: Ijazah Jokowi Tak Lagi Jadi Dokumen Rahasia
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian
Banjir Rendam Rel, Delapan Kereta Jakarta-Semarang Terhambat