Menteri Brian Tiba Naik Motor Polisi, Umumkan Kuota Beasiswa LPDP 5.750 Kursi

- Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00 WIB
Menteri Brian Tiba Naik Motor Polisi, Umumkan Kuota Beasiswa LPDP 5.750 Kursi

Malam itu, Istana Negara di Jakarta Pusat masih ramai. Kamis (15/1) sekitar pukul 20.25 WIB, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto tiba. Ia mengenakan batik, dan kedatangannya cukup menarik perhatian. Pasalnya, Brian datang dengan menumpang motor polisi, sebuah BMW K1600B.

Beberapa wartawan yang menunggu langsung mendekat. Mereka penasaran, apa agenda menteri di Istana pada jam segitu? Tapi Brian tampaknya tak ingin banyak bicara. Ia hanya memberi isyarat, lalu langsung masuk ke dalam untuk menunggu.

Tak lama berselang, mobil pribadinya dengan pelat nomor RI 25-7 baru terlihat menyusul. Rupanya, kendaraan itu tiba belakangan.

Sebenarnya, kehadiran Brian di Istana Negara hari itu bukan hal baru. Sebelumnya, ia sudah menghadiri pertemuan besar antara Presiden Prabowo Subianto dan seribu lebih akademisi rektor, guru besar, dan dekan berkumpul di sana. Dalam forum itulah Brian menyampaikan kabar penting soal beasiswa.

“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju,” ujarnya di hadapan para akademisi.

Ia lantas membeberkan target konkret pemerintah. Untuk tahun anggaran 2026, kuota beasiswa LPDP yang disiapkan mencapai 5.750 kursi. Angka itu rincinya terdiri dari 1.000 untuk beasiswa Garuda di jenjang S1, 4.000 kursi untuk S2 dan S3, plus 750 kursi khusus bagi calon doktor spesialis.

Brian menekankan, fokus kali ini akan lebih spesifik, terutama untuk jenjang pascasarjana. Menurutnya, Indonesia punya potensi besar. Setiap tahun, kurang lebih 1,7 juta lulusan dihasilkan dari berbagai bidang strategis, mulai dari sains-teknologi hingga ilmu sosial. Potensi itu, kata dia, harus dikelola serius agar jadi modal daya saing.

“Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” tutur Brian.

Pertemuan malam itu pun berlanjut. Sementara di luar, suasana Jakarta semakin larut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar