Malam di Rasuna Said: Tiang Pertama Monorel Mangkrak Akhirnya Runtuh

- Kamis, 15 Januari 2026 | 09:36 WIB
Malam di Rasuna Said: Tiang Pertama Monorel Mangkrak Akhirnya Runtuh

Malam itu, di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang belum sepenuhnya tidur, sebuah babak baru dimulai. Pemerintah DKI Jakarta akhirnya mengambil tindakan nyata untuk menghapus sisa-sisa proyek monorel yang terbengkalai. Lewat Dinas Bina Marga, satu tiang monorel di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai dibongkar Rabu (14/1) malam lalu. Ini baru tahap awal.

Menurut sejumlah saksi di lokasi, sekitar pukul 22.47 WIB, enam terlihat sibuk bekerja. Tiang yang jadi sasaran adalah tiang nomor 3. Bentuknya belum sempurna masih didominasi kerangka baja yang menjulang, dengan lapisan beton yang hanya mengeras di bagian dasarnya saja. Pemandangannya cukup menyedihkan, bagai kerangka raksasa yang terlupakan.

Dua alat las menyala, memotong rangka besi dengan percikan api yang menyembur. Prosesnya berlangsung sekitar setengah jam untuk satu tiang. Demi keamanan, area kerja dipagari sekat pembatas. Besi-besi yang sudah terpotong lalu dikumpulkan, ditandai, dan dipilah menjadi dua bagian: satu sekitar 2,1 meter, satunya lagi kira-kira 3 meter.

Tak hanya pekerja proyek, sejumlah petugas gabungan juga berjaga. Anggota Dishub DKI mengatur arus kendaraan yang melintas, sementara Satpol PP siaga mengamankan lokasi. Suasana malam yang biasanya ramai oleh lalu lintas, kali ini diwarnai aktivitas yang berbeda.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah menyampaikan rencana besar ini. Total ada 109 tiang monorel yang akan dibongkar. Harapannya jelas: memperbaiki wajah kota dan mengurai kemacetan yang selama ini ditimbulkan oleh keberadaan tiang-tiang "mangkrak" itu.

“Proyek pembongkaran ini ditargetkan selesai pada September 2026,” ujar Pramono.

Dia menambahkan, anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan besar ini sekitar Rp 254 juta. Sebuah langkah kecil di malam hari, yang menjadi awal dari proses pemulihan tata kota Jakarta.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar