Netizen Soroti Perbedaan Mencolok Dukungan untuk Tom Lembong dan Yaqut

- Rabu, 14 Januari 2026 | 16:40 WIB
Netizen Soroti Perbedaan Mencolok Dukungan untuk Tom Lembong dan Yaqut

Beda Telak Antara Kasus Tom Lembong dan Yaqut (Versi Netizen)

Kalau kita lihat jagat media sosial, reaksi publik terhadap dua kasus ini memang jauh berbeda. Rasanya seperti menyaksikan dua pertandingan dengan aturan dan penonton yang sama sekali lain.

Tom Lembong: Dukungan yang Meluas

Pertama, soal Tom Lembong. Yang menarik perhatian adalah siapa saja yang membelanya. Dukungan datang dari berbagai kalangan, benar-benar heterogen. Mulai dari aktivis, pengusaha, hingga akademisi. Suaranya terdengar dari banyak penjuru.

Di sisi lain, besarnya dukungan ini juga terlihat dari skala akun-akun yang bersuara. Akun-akun kecil, dengan follower terbatas, ternyata bisa membuat gebrakan. Apalagi akun-akun besar yang ikut angkat bicara. Impresi yang mereka hasilkan sangat signifikan, sulit diabaikan.

Lain Cerita dengan Yaqut

Nah, kalau kasus Yaqut, polanya beda. Jauh berbeda. Para pembelanya cenderung homogen, seolah-olah hanya berasal dari kelompok atau kubu tertentu saja. Seakan ada satu frekuensi yang sama.

Yang lebih mencengangkan, meski ada akun-akun besar dari kelompok tersebut yang mencoba membela, dampaknya terasa minimal. Impresinya kecil, nyaris seperti percikan air di bara. Suaranya seolah tenggelam sebelum sampai ke telinga khalayak yang lebih luas.

Dan netizen sepertinya paham betul dengan semua ini. Mereka bisa melihat dengan jelas: mana kasus yang terkesan dikriminalisasi, dan mana yang dianggap sebagai "maling sejati". Begitulah kira-kira kesimpulan yang beredar.

Seperti yang diungkapkan dalam sebuah cuitan viral di platform X:

"...Beda telak antara kasus Tom Lembong dan Yaqut.

Bahkan netizen tahu-ngerti-paham:

Mana yang dikriminalisasi
Mana yang maling sejati

Iya gak sih? (",)"

Cuitan itu, yang berasal dari akun @kafiradikalis pada 14 Januari 2026, seakan menyuarakan apa yang banyak dipikirkan orang di linimasa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar