Video yang beredar di media sosial beberapa hari ini cukup membuat geram. Tampak tiga pria berjaga di kawasan exit tol Rawa Buaya, Cengkareng. Mereka bukan petugas, melainkan orang-orang yang memungut uang secara liar dari pengendara mobil.
Ramp off atau akses keluar tol itu sendiri ditutup dengan barrier plastik dan rantai. Nah, menurut narasi yang beredar, para pria inilah yang akan membukanya tentu saja, dengan imbalan. Tarifnya bervariasi, mulai dari lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah per mobil.
Menurut sejumlah saksi, aksi ini bukan hal baru. Alif (70), seorang pedagang kaki lima yang sudah dua tahun berjualan di sekitar lokasi, mengakuinya. “Iya itu pada nyari duit, yang di pintu keluar. Preman sini itu,” ujarnya.
Dia menambahkan, nominalnya kadang tak menentu. “Iya lah mobil banyak, ada Rp 10 ribu, Rp 100 ribu, ya terserah mereka,” kata Alif. Menurut penuturannya, praktik pungli di spot itu sudah berlangsung sejak dia pertama kali berjualan.
“2 Tahun saya di sini. Udah ada itu,” pungkasnya.
Pada Rabu siang (14/1), sekitar pukul 13.15 WIB, situasi di lokasi masih sama. Terpantau sekitar enam pria beraksi. Mereka memungut uang dari pengendara yang ingin menuju jalan protokol lewat akses tersebut. Arus lalu lintas saat itu padat. Yang menarik, tak terlihat satupun petugas Dishub atau polisi berjaga di tempat kejadian.
Artikel Terkait
Nenek 80 Tahun Diperiksa 4 Jam, Ungkap Kejanggalan Peralihan Tanah dalam Hitungan Hari
Nilai Matematika 36,10: Alarm Keras bagi Pondasi Nalar Pendidikan Indonesia
Pandji Pragiwaksono Diproses Hukum Meski Ormas Besar Bantah Lapor
Satgas PKH Kuasai 4 Juta Hektare Lahan, Denda Sawit Tembus Rp 4,76 Triliun