Tanah Bergerak di Aceh Tengah, Jalur Vital Menuju Bener Meriah Terancam Putus

- Rabu, 14 Januari 2026 | 13:06 WIB
Tanah Bergerak di Aceh Tengah, Jalur Vital Menuju Bener Meriah Terancam Putus

BPBD punya pesan jelas: jangan melintas terlalu ke pinggir, dan sebisa mungkin hindari area itu saat cuaca ekstrem. Mereka juga sudah siapkan jalur alternatif, untuk jaga-jaga kalau akses utama nanti benar-benar harus ditutup demi keselamatan.

"Untuk sementara, masih ada jalan lain yang bisa dilewati. Kami terus pantau dan update informasi perkembangan di lapangan," tambah Andalika.

Nah, soal penyebab, kajian dari ESDM Aceh memberi penjelasan. Ini sebenarnya adalah slow moving landslide alias longsor gerak lambat, bukan amblesan tiba-tiba. Tanah di sana materialnya didominasi endapan vulkanik. Sifatnya gampang jenuh air dan jadi tidak stabil. Singkatnya, tanahnya gampang "melorot".

Faktor lain juga memperparah. Curah hujan tinggi di pegunungan, lereng yang terjal, plus retakan-retakan lama yang jadi jalur masuknya air hujan. Hasilnya? Pergerakan tanah makin cepat. Dari pantauan lapangan, bidang gelincirnya bahkan sudah mendekati bentuk tegak lurus sungguh mengkhawatirkan.

Data ESDM mencatat, hingga tahun 2025 lalu, luas area longsoran sudah lebih dari 27 ribu meter persegi. Dan ia terus merambat mendekati jalan lintas Blang Mancung–Simpang Balik. Tak heran, wilayah ini dikategorikan zona rawan tinggi yang butuh penanganan serius dan berkelanjutan.

Upaya penanganan teknis, termasuk wacana relokasi trase jalan, kini sedang dikoordinasikan BPBD dengan Dinas PUPR dan ESDM. Sementara itu, imbauan untuk masyarakat tetap sama: patuhi rambu peringatan dan garis pengaman yang terpasang. Keselamatan adalah yang utama, sebelum segalanya menjadi terlambat.


Halaman:

Komentar