Polemik pertemuan Eggi Sudjana dengan Presiden Joko Widodo kembali mencuat. Kali ini, pemicunya adalah Refly Harun yang membongkar isi pesan WhatsApp dari Eggi. Pesan itu dibacakan Refly secara terbuka saat ia menjadi bintang tamu di acara Rakyat Bersuara di Inews TV, Selasa malam kemarin.
Intinya, Eggi berusaha menjelaskan motif kunjungannya ke rumah Jokowi. Menurut pesan yang dibacakan Refly, Eggi menegaskan bahwa langkahnya itu murni dilandasi alasan ideologis dan religius. Bukan karena kepentingan pribadi, tekanan politik, apalagi untuk meminta maaf.
Begitu kira-kira bunyi pesan yang dibacakan Refly. Menariknya, Eggi mengaitkan keputusannya itu dengan sebuah perenungan spiritual. Ia menyebut terinspirasi dari Al-Qur’an Surah Taha ayat 41 hingga 46, yang mengisahkan perintah Allah kepada Nabi Musa dan Harun untuk mendatangi Firaun.
“Itulah alasan ideologis saya mau berkunjung ke JKW. Bagi yang tidak percaya, no problem,” tulis Eggi menutup pesannya, sambil menyelipkan kabar bahwa dirinya tidak sedang sakit.
Namun begitu, penjelasan yang sarat analogi keagamaan ini justru memantik respons kritis dari seorang rekan seprofesi. Razman Arif Nasution, pengacara yang mengaku sudah empat tahun mendampingi Eggi, mengaku bingung dengan jalan pikiran seniornya itu.
“Datang bersilaturahmi, tapi yang ditemui dianalogikan seperti Firaun dalam Surah Taha. Itu yang membuat saya bingung,” ujar Razman dengan nada heran.
Ia menilai ada kontradiksi yang mencolok antara niat silaturahmi dengan analogi yang dipilih. Razman juga menyatakan keraguan bahwa pertemuan itu benar-benar berangkat dari pertimbangan ideologis sebagaimana diklaim. Ia bahkan menyampaikan pesan personal yang terdengar khawatir.
Razman mengingatkan Eggi agar tak memperpanjang polemik yang bisa berujung pada masalah hukum baru. Ia meminta Eggi fokus pada kesehatan dan mengingat bahwa dirinya masih sangat dibutuhkan keluarga.
Artikel Terkait
Bayi Lima Bulan Terkunci Sendirian, Damkar Balikpapan Buru-buru Naik Motor
Habib Rizieq Buka Suara: Kritik Pejabat Boleh, Tapi Jangan Sentuh Ibadah
Jokowi Buka Suara soal Silaturahmi dengan Dua Tersangka Kasus Ijazah Palsu
Nasib Dua WNI Masih Gelap Usai Kapal Dibajak di Perairan Gabon