Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Jabatan Partai Usai Umrah di Tengah Banjir

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 21:20 WIB
Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Jabatan Partai Usai Umrah di Tengah Banjir

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, kini jadi sorotan. Ia diketahui sedang menjalankan ibadah umrah, sementara wilayahnya sendiri masih berjuang menghadapi dampak banjir. Kontroversi ini berujung pada pencopotannya dari jabatan Ketua DPC Partai Gerindra setempat. Tak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri pun rencananya akan memanggilnya untuk dimintai klarifikasi.

Semua berawal dari sebuah foto yang beredar luas di media sosial. Foto itu muncul di akun Instagram sebuah biro perjalanan, menunjukkan Mirwan dan istrinya sedang berada di Tanah Suci. Unggahan itulah yang kemudian memicu gelombang kritik dari publik.

Menanggapi hal ini, jajaran pemerintah daerah mencoba memberikan penjelasan. Kabag Prokopim Pemkab Aceh Selatan, Denny Herry Safputra, menyatakan bahwa keberangkatan bupati dilakukan setelah kondisi di lapangan dinilai sudah membaik.

"Keberangkatan Bupati Aceh Selatan beserta istri menjalani ibadah umrah ke Tanah Suci tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan umumnya yang sudah stabil, terutama debit air yang sudah surut di pemukiman warga pada wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya," kata Denny, Jumat lalu.

Ia menegaskan, narasi yang menyebut sang bupati 'kabur' saat rakyatnya susah adalah tidak tepat. Menurut Denny, Mirwan sudah turun langsung ke lokasi bencana sebelum akhirnya berangkat.

Mirwan disebut telah mengunjungi sejumlah titik terdampak, seperti Trumon Raya dan Bakongan Raya. Di sana, ia tak cuma melihat kondisi, tapi juga turun tangan menyalurkan bantuan logistik untuk warga.

"Dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah langsung tanpa kurang suatu apa pun," tambahnya.

Namun begitu, penjelasan itu rupanya belum cukup meredam kecaman. Banyak yang mempertanyakan timing-nya, merasa momentumnya kurang pas. Pencopotan dari posisi partai dan rencana pemeriksaan oleh Kemendagri menunjukkan betapa seriusnya dampak dari keputusan sang bupati ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler