Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di Yahukimo? Amrin menyoroti adanya aktivitas mencurigakan. Dari hasil pertimbangan intelijen, terpantau gerakan-gerakan dari kelompok tertentu yang dianggap tidak bertanggung jawab. Kondisi itu dinilai berpotensi mengancam keamanan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
"Oh iya, dari pertimbangan intelijen, kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana, yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP, tentunya sangat tidak memungkinkan," tandas Amrin tegas.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak turut hadir, begitu pula Kapolda Papua Irjen Petrus Patrige Rudolf Renwarin. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa persoalan keamanan ini ditangani secara serius dari berbagai tingkat komando.
Untuk sekarang, belum ada kepastian kunjungan itu akan dijadwalkan ulang pada hari apa. Yang jelas, keputusan penundaan ini diambil demi kehati-hatian, menunggu situasi benar-benar aman.
Artikel Terkait
Saksi Sahroni: Saya Tidak Korupsi, Tapi Dijarah Rp 80 Miliar
Presiden Prabowo Kagumi Bocah Komandan PBB, Langsung Beri Beasiswa Polisi
Wisuda Tertunda, Program Residen Ditutup: Eksploitasi Dana Picu Sanksi Keras di Unsri
Bayi Lima Bulan Terkunci Sendirian, Damkar Balikpapan Buru-buru Naik Motor