"Ya risau juga sih. Tiba-tiba dari belakang ada motor ngebut, kan bahaya. Jalur ini kan seharusnya untuk kita, tapi malah harus saling senggol dengan kendaraan bermotor," ujar salah seorang pesepeda yang enggan disebut namanya.
Di sisi lain, keberadaan jalur sepeda di kawasan vital itu sebenarnya punya niat bagus. Ini adalah bagian dari program Pemprov DKI untuk mendorong transportasi ramah lingkungan dan memberi ruang aman bagi pesepeda. Sayangnya, niat itu seakan mentok di tengah jalan.
Tantangan terbesarnya ternyata klasik: kesadaran pengguna jalan yang masih rendah, ditambah pengawasan di lapangan yang terasa kurang tegas. Alhasil, jalur yang dibangun dengan anggaran tidak murah itu, fungsinya belum maksimal. Masih panjang jalan menuju tertib yang diharapkan.
Artikel Terkait
Tanah Bergerak di Aceh Tengah, Jalur Vital Menuju Bener Meriah Terancam Putus
Sugiono Paparkan Strategi Diplomasi RI: Fondasi Kerja Sama dan Dialog Intensif
Dua Tersangka Kasus Pembunuhan di TPU Bekasi Ditangkap, Motifnya Utang-Piutang
Isra Mikraj: Antara Keyakinan dan Polemik yang Tak Pernah Usai