Keluh akun @bu_trisno, menyuarakan kepedihan yang kolektif. Komentar itu seperti meletus dari ruang hati yang sudah terlalu penuh.
Di sisi lain, ada yang melihatnya dari kacamata yang lebih luas, menyoroti dampak sistemiknya. Seperti akun @zinzang69 yang berkomentar.
"Program yg sangat berdampak sistemik.... pada keruntuhan sistem ekonomi dan pendidikan berskala nasional."
Ini bukan lagi soal keuntungan perorangan, tapi tentang fondasi yang mungkin mulai keropos. Sementara itu, cuitan dari @kafiradikalis hanya menyebutkan "...Investor 1000 dapur... (',)" sebuah sindiran pendek yang justru terasa sangat dalam, menggambarkan betapa skema ini telah menarik minat banyak pemodal.
Gelombang komentar ini, pada akhirnya, lebih dari sekadar unggahan di linimasa. Ia adalah cermin dari sebuah kegelisahan yang nyata. Sebuah potret tentang bagaimana jurang antara yang bekerja keras untuk hidup dan yang mengakumulasi kekayaan dengan skema masif, terasa semakin dalam dan menyakitkan untuk diabaikan.
Artikel Terkait
Isra Mikraj: Antara Keyakinan dan Polemik yang Tak Pernah Usai
Tiang Monorel Rasuna Said Mulai Dibongkar, Dishub Janji Lalu Lintas Tak Tersendat
Islah Bahrawi Buka Suara: Jokowi Larang Yaqut Hadir di Pansus Haji
Detik-Detik Genting di Rel Madukoro: Kombes Polisi Dorong Mobil Mogok Jelang Kereta Melintas