Dua Pukulan Beruntun untuk Jokowi
Wajahnya terlihat berbeda. Dalam foto close-up terbaru itu, pipi dan area sekitar mata Jokowi tampak membengkak, tidak seperti biasanya. Topinya mungkin menutupi lebih banyak lagi.
Beberapa pihak langsung berspekulasi. Menurut mereka, pembengkakan di wajah seperti itu bisa jadi pertanda ginjal sedang bermasalah. Cairan menumpuk karena organ itu mungkin tak lagi berfungsi optimal, diduga akibat efek samping obat-obatan tertentu. Tapi, tentu saja, ini hanya analisis dari luar. Bisa jadi ada penyebab lain.
Yang menarik, kondisi fisik itu muncul berbarengan dengan dua peristiwa hukum yang terjadi pada 13 Januari 2026. Dua sidang yang, bagi banyak pengamat, ibarat pukulan telak.
Pukulan pertama datang dari Pengadilan Negeri Solo. Sidang lanjutan Citizen Lawsuit soal dugaan ijazah palsu Presiden kembali digelar. Kehadiran saksi kunci, mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno, menambah panas suasana.
Oegroseno dengan tegas menyatakan, foto di ijazah yang dipermasalahkan itu sama sekali tidak mirip dengan sosok Jokowi.
Sementara di Jakarta, sidang di Komisi Informasi Pusat (KIP) justru sudah menghasilkan keputusan. KIP memenangkan Bonatua. Putusan ini punya makna besar: ijazah Jokowi dinyatakan sebagai informasi publik. Dokumen itu tak boleh lagi disembunyikan, karena telah digunakan untuk mendaftar sebagai calon wali kota hingga gubernur dulu. KPU punya kewajiban hukum untuk menunjukkannya.
Artikel Terkait
KIP Menangkan Gugatan, Ijazah Jokowi Wajib Dibuka ke Publik
Cemburu Membara, Terapis Tewas Dicekik Suami di Kos Bekasi
Kisah Gamma dan Kenaikan Pangkat yang Menyisakan Pertanyaan
Senioritas Menyimpang di PPDS Unsri: Korban Terpaksa Biayai Gaya Hidup Hingga Lakukan Percobaan Bunuh Diri