Nah, terkait hal ini, ia mengapresiasi perubahan sikap yang belakangan terlihat. Pemerintah sudah membentuk Satgas Nasional Penanggulangan Bencana dan mulai mengoperasikannya. Pimpinan satgas bahkan telah melakukan pertemuan di Sumatera Barat dan rencananya akan berkantor di Aceh.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ada perubahan yang baik dan pemerintah lebih terbuka terhadap bantuan dari luar negeri,” ujarnya.
Namun begitu, ada catatan penting. Habib Rizieq punya imbauan khusus bagi masyarakat internasional yang ingin membantu. Ia menyarankan agar bantuan disalurkan melalui organisasi kemasyarakatan Islam atau lembaga kemanusiaan terpercaya yang sudah ada di daerah.
Langkah ini, di mata dia, punya dua keuntungan. Pertama, bisa memotong birokrasi keimigrasian dan kepabeanan yang kerap berbelit. Kedua, dan ini yang utama, memastikan bantuan itu benar-benar sampai ke tangan orang-orang yang paling membutuhkan di pelosok terdampak.
Pada akhirnya, pesannya sederhana: tindakan nyata dan koordinasi yang solid jauh lebih berharga daripada sekadar label.
Artikel Terkait
Iran Klaim Siap Hadapi Perang, AS Ancang-ancang Opsi Keras
Gudang Solar Ilegal di Muara Enim Ludes Terbakar, Warga Beruntung Tak Jadi Korban
Polisi Gagalkan Lab Vape Narkoba di Apartemen Mewah Pluit
Mobil Dinas Kemenhub Ngebut di Bahu Tol, Ditjen Perhubungan Laut Buka Pemeriksaan