Konsleting Listrik Hanguskan 18 Ribu Bibit Ayam, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

- Selasa, 13 Januari 2026 | 12:42 WIB
Konsleting Listrik Hanguskan 18 Ribu Bibit Ayam, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Api berkobar di tengah gelapnya dini hari Selasa (13/1) lalu. Sekitar pukul tiga pagi, sebuah peternakan ayam di Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung, tiba-tiba dilalap si jago merah. Suasana mencekam itu berawal dari kandang berisi ribuan bibit ayam broiler.

Kerugiannya tidak main-main. Menurut Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Pejabat Sementara Kasubsipenmas Polres Sihumas Polres Badung, pemiliknya, I Ketut Miasa (42), harus menanggung kerugian fantastis.

“Perkiraan kerugian semuanya kurang lebih Rp 1 miliar,”

katanya, saat dikonfirmasi. Bayangkan saja, sekitar 18 ribu ekor anak ayam hangus tak bersisa dalam peristiwa itu.

Lantas, apa pemicunya? Dari hasil olah TKP, polisi punya dugaan kuat. Menurut penjelasan Ayu Inastuti, penyebabnya kemungkinan besar adalah konsleting listrik di area kandang.

“Kebakaran yang terjadi kemungkinan disebabkan konsleting listrik,”

sambungnya.

Kisahnya berawal dari seorang karyawan yang sedang tidur di mess. Ia terbangun bukan oleh alarm, melainkan oleh suara gemeretak bambu yang terbakar. Begitu keluar untuk mengecek, pemandangan mengerikan sudah menyambutnya: sebagian kandang sudah dilahap api.

Ia panik, tentu saja. Upayanya menelepon sang pemilik tak membuahkan hasil panggilan tak diangkat. Dengan sigap, karyawan itu memacu motornya menuju rumah I Ketut Miasa. Di sana, ia melaporkan musibah itu sekaligus meminta bantuan petugas damkar.

Pukul 03.30 WITA, bantuan akhirnya datang. Dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Badung bergegas ke lokasi. Sayangnya, ketika pemilik tiba di kandang, kerusakan parah sudah terjadi. Sebagian besar kandang dan isinya sudah jadi abu.

Upaya pemadaman pun dilakukan. Butuh waktu sekitar satu jam lebih bagi petugas untuk sepenuhnya mengendalikan situasi. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 04.40 WITA.

Menariknya, meski rugi miliaran, pemilik memilih jalan ikhlas. Menurut pihak kepolisian, I Ketut Miasa menerima ini semua sebagai musibah belaka.

“Korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan melaporkan kejadian ke pihak berwajib,”

tutup Ayu Inastuti. Sebuah akhir yang pasrah dari sebuah malam yang berubah jadi bencana.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar