“Kalau 100 titik lagi terbangun ya, Pak Wamen, akan ada 200 lebih gedung Sekolah Rakyat, gedung permanen Sekolah Rakyat,” jelasnya dengan semangat.
“Kalau itu bisa diwujudkan, tidak ada halangan, lancar, maka 2026-2027, 2027-2028 itu sudah mungkin lebih 100.000 siswa Sekolah Rakyat.”
Target jangka pendeknya juga sudah dipatok. Untuk tahun depan, jika pembangunan gedung berjalan mulus, dia memperkirakan bisa menerima sekitar 30.000 siswa baru.
“Tahun depan ini kita targetkan ya kalau gedungnya semua lancar, kita bisa menerima siswa 30.000,” tutur Gus Ipul.
“Asumsinya setiap satu gedung permanen menerima 300 siswa; 100 SD, 100 SMP, dan 100 SMA.”
Harapannya, langkah ini bukan sekadar menambah jumlah bangunan. Tapi benar-benar membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi ribuan anak Indonesia.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono dan Seni Mengubah Kontroversi Jadi Kontrak Netflix
PDIP Usung 21 Rekomendasi, Soroti Kedaulatan hingga Ancaman Otoritarian
Sudirman Said Bicara Tegas: Indonesia Alami Bencana Institusional
Cemburu Buta, Rumah Kekasih Dibakar di Tengah Malam