Kepala Sekolah Kupang: Inilah Keadilan Sosial yang Nyata

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:36 WIB
Kepala Sekolah Kupang: Inilah Keadilan Sosial yang Nyata

“Yang muslim salat, yang 99 mempersiapkan diri, doa pagi, kemudian baru mulai beraktivitas,” katanya menerangkan.

Intinya, pendidikan karakter berlangsung sepanjang hari, bukan cuma saat pelajaran.

Dan hasilnya? Setelah beberapa bulan, perubahan mulai terlihat. Perlahan-lahan. Siswa-siswa yang dulu mungkin menunduk, kini mulai berani menatap dan berbicara. “Sekarang mereka mulai berani bicara dengan orang lain. Apakah saat berinteraksi itu mereka berani atau tidak lihat lawan bicara,” ujar Felipina, sembari memperhatikan anak-anak di halaman sekolah.

Namun begitu, sasaran program ini lebih luas lagi. Bukan cuma anaknya, tapi juga keluarganya. “Anaknya kami ajar, anaknya kami ambil alih tanggung jawabnya, tapi orang tua juga harus dibangun motivasinya,” tegasnya. Menurut Felipina, akar kemiskinan seringkali terletak pada cara pandang. Sekolah Rakyat, dengan model bergilirannya, berusaha menjangkau lebih banyak keluarga untuk mengubah pola pikir itu.

Di akhir percakapan, Felipina menyampaikan apresiasinya. “Untuk Bapak Presiden, terima kasih banyak. Sudah sangat peka terhadap kebutuhan masyarakat miskin, terutama yang ada di Nusa Tenggara Timur. Kami merasa bahwa program ini sangat luar biasa.”

Harapannya sederhana namun mendasar: program ini harus berlanjut.

“Harapan kami jangan terputus di sini,” pintanya.

“Siapa pun pemimpinnya, mau ganti Presiden, mau ganti Menteri Sosial, mau ganti siapa pun, tetap program ini harus dijadikan salah satu yang perlu kita perhatikan.”


Halaman:

Komentar