Dalam keadaan kacau itulah, tembakan dilepaskan. Peluru mengenai punggung kaki kiri korban. Rekaman video pasca-kejadian, yang memperlihatkan warga mengamankan sang oknum anggota, pun ramai beredar di media sosial. Viral, tentu saja.
Untungnya, kondisi J tidak sampai kritis. Dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tanduale dan masih menjalani perawatan. Luka tembaknya disebut tidak fatal, tapi pemulihan tetap membutuhkan waktu.
Di sisi lain, Abdul Hakim menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan murni. “Untuk memastikan objektivitas dan transparansi, penanganan kasus ini kini diambil alih sepenuhnya oleh Polda Sultra,” ungkapnya.
Pertanyaan besarnya sekarang: apakah penggunaan senjata api saat itu sudah sesuai SOP? Atau justru ada pelanggaran disiplin, bahkan pidana, di dalamnya? Itulah yang sedang didalami penyidik.
Pihak kepolisian pun berharap masyarakat bisa tetap tenang. Mereka meminta agar publik mempercayakan seluruh proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang.
Artikel Terkait
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara
Kebakaran Hanguskan Ruko Grosir Sepatu di Pematangsiantar, Tak Ada Korban Jiwa