Lewat akun Twitter-nya, dr. Tifauzia Tyassuma mengumumkan sebuah buku yang bakal segera terbit. Judulnya cukup menohok: GIBRAN'S BLACK BRAIN.
Buku ini, menurut cuitannya, akan membedah isi otak sosok yang disebutnya dengan kode "FUFUFAFA". Apa isinya? Itulah yang ingin diungkap.
Nada tulisannya terasa mendesak, bahkan sedikit dramatis. "Cukup sekali ini saja sebuah kesalahan fatal!" tulisnya. Ada pesan kuat di sana, sebuah peringatan agar jejak hitam tidak lagi menodai sejarah bangsa.
Menariknya, pendekatan yang dipakai bukan sekadar analisis politik biasa. Dokter yang akrab disapa Dokter Tifa ini mengklaim akan menggunakan pisau analisis yang cukup ilmiah: Ilmu Neuroscience Behavior, Epidemiologi Perilaku, dan Neuropolitika. Gabungan disiplin ilmu itu, katanya, akan menjadi pisau dan gunting tajam untuk membedah isi otak seseorang yang dalam frasanya "terpaksa harus diterima sebagai pemimpin negara ini."
Kalimat itu sendiri sudah cukup menggambarkan posisi dan sudut pandang penulisnya.
Buku ini disebutkan sebagai pelengkap dari penelitian sebelumnya yang telah dibukukan dalam JOKOWI'S WHITE PAPER. Jadi, sepertini ini adalah bagian dari sebuah rangkaian kajian yang lebih besar.
Artikel Terkait
Iran Klaim Campur Tangan Asing, 51 Korban Jiwa Tewas dalam Gelombang Unjuk Rasa
Isu Kabur dan Aset Miliaran: Mengapa Narasi Pelarian Khamenei Tak Menyentuh Realitas?
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru