Lewat akun Twitter-nya, dr. Tifauzia Tyassuma mengumumkan sebuah buku yang bakal segera terbit. Judulnya cukup menohok: GIBRAN'S BLACK BRAIN.
Buku ini, menurut cuitannya, akan membedah isi otak sosok yang disebutnya dengan kode "FUFUFAFA". Apa isinya? Itulah yang ingin diungkap.
Nada tulisannya terasa mendesak, bahkan sedikit dramatis. "Cukup sekali ini saja sebuah kesalahan fatal!" tulisnya. Ada pesan kuat di sana, sebuah peringatan agar jejak hitam tidak lagi menodai sejarah bangsa.
Menariknya, pendekatan yang dipakai bukan sekadar analisis politik biasa. Dokter yang akrab disapa Dokter Tifa ini mengklaim akan menggunakan pisau analisis yang cukup ilmiah: Ilmu Neuroscience Behavior, Epidemiologi Perilaku, dan Neuropolitika. Gabungan disiplin ilmu itu, katanya, akan menjadi pisau dan gunting tajam untuk membedah isi otak seseorang yang dalam frasanya "terpaksa harus diterima sebagai pemimpin negara ini."
Kalimat itu sendiri sudah cukup menggambarkan posisi dan sudut pandang penulisnya.
Buku ini disebutkan sebagai pelengkap dari penelitian sebelumnya yang telah dibukukan dalam JOKOWI'S WHITE PAPER. Jadi, sepertini ini adalah bagian dari sebuah rangkaian kajian yang lebih besar.
Pengumuman ini tentu langsung memantik rasa penasaran. Di media sosial, terutama di kalangan yang mengikuti narasi politik terkini, kode "FUFUFAFA" sudah bukan rahasia lagi. Ia merujuk pada satu nama yang sedang berada di puncak perbincangan.
Buku seperti ini jarang muncul. Pendekatan neurosains untuk menganalisis figur pemimpin memang masih terasa baru, setidaknya di tanah air. Apakah hasil bedahnya nanti akan berupa kritik tajam, atau justru sebuah eksposé atas cara berpikir dan bertindak sang subjek? Kita tunggu saja.
Yang jelas, Dokter Tifa tidak sendirian. Ada banyak yang menunggu, ada juga yang tentu sudah meradang membaca pengumuman ini. Tapi itulah yang diharapkan dari sebuah karya yang ingin menggebrak: membuat orang berhenti sejenak dan berpikir.
"SEGERA akan menemui anda," begitu penutup pengumumannya. Siapapun yang tertarik dengan persilangan sains, politik, dan perilaku manusia, mungkin perlu menyisihkan waktu untuk membacanya.
(@DokterTifa)
Artikel Terkait
BNPB: Ribuan Jiwa Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia
PSG Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti, Pertahankan Gelar Liga Champions
Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal Berujung Adu Penalti setelah 120 Menit Imbang 1-1
Perempuan Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan Pulang Setelah Lima Bulan Alami Kekerasan di China