Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tidak akan menjalani operasi. Keputusan ini diambil setelah pria berusia 100 tahun itu terjatuh di kediamannya pada Selasa lalu dan harus dilarikan ke rumah sakit. Menurut putranya, Mukhriz Mahathir, ayahnya mengalami patah tulang pinggul akibat insiden tersebut.
Mukhriz menjelaskan, kejadian itu berlangsung di dalam rumah, tepatnya setelah Mahathir menyelesaikan rutinitas jalan cepat hariannya. "Terutama mengingat usianya yang kini telah mencapai 100 tahun. Oleh karena itu, operasi bukanlah pilihan yang baik," ujarnya.
Dalam sebuah video yang beredar di grup WhatsApp partainya, Rabu kemarin, Mukhriz melanjutkan penjelasannya.
"Kami telah disarankan oleh spesialis rumah sakit agar beliau menjalani proses rehabilitasi standar, yang akan memakan waktu. Tujuannya, tentu saja, adalah agar beliau kembali ke kondisi kesehatannya yang biasa dan dapat terus menjalankan tugasnya seperti yang telah beliau lakukan selama ini," sambung mantan Menteri Besar Kedah itu.
Sebelumnya, pada hari Selasa, kabar soal kondisi Mahathir sudah beredar. Ajudannya, Sufi Yusoff, mengonfirmasi bahwa sang legenda politik itu dibawa ke Institut Jantung Negara di Kuala Lumpur untuk observasi medis lebih lanjut.
"Dia dalam keadaan sadar. Dia terjatuh saat berpindah dari satu bagian balkon ke ruang keluarga," kata Sufi.
Di sisi lain, dukungan dan doa pun mengalir. Perdana Menteri Malaysia saat ini, Anwar Ibrahim, bersama istrinya, Wan Azizah Wan Ismail, turut menyampaikan harapan untuk kesembuhan Mahathir.
“Azizah dan saya berdoa untuk kesehatan dan kesembuhan Tun (Mahathir), insyaallah,” tulis Anwar di halaman Facebook-nya.
Hubungan keduanya memang kompleks. Mahathir, yang dulu adalah mentor Anwar, belakangan berubah menjadi rival politik yang sengit. Soal kesehatan jantung, Mahathir bukanlah orang asing dengan masalah ini ia pernah menjalani operasi bypass di masa lalu.
Karier politiknya sendiri luar biasa. Ia memimpin Malaysia pertama kali dari 1981 hingga 2003, lalu kembali memegang tampuk kekuasaan dari 2018 hingga 2020. Pada periode kedua itu, di usia 94 tahun, ia mencatatkan diri sebagai pemimpin terpilih tertua di dunia. Sekarang, di usia seabad, perjuangannya kali ini adalah untuk pulih dari lantai rumahnya sendiri.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Anjuran Sahur di Banjarmasin pada 24 Februari 2026
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah